Berkas Perkara Dugaan Pencabulan Mahasiswi di UNRI Belum Lengkap

- Selasa, 7 Desember 2021 | 18:59 WIB
Syafri Harto (@syafriharto)
Syafri Harto (@syafriharto)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Jaksa Penuntut Umum menyatakan berkas perkara dugaan pencabulan terhadap seorang mahasiswi Universitas Riau belum lengkap. Dalam waktu dekat, Jaksa akan mengembalikan berkas perkara tersebut disertai petunjuk yang harus dilengkapi.

Adapun tersangka dalam perkara ini adalah SH atau Syafri Harto. Dia adalah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNRI. SH menyandang status tersangka atas laporan mahasiswinya berinisial L.

Beberapa waktu lalu, penyidik telah merampungkan berkas perkara dan langsung melimpahkannya ke tim JPU pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Jaksa kemudian menelaah berkas perkara guna memastikan kelengkapan syarat formil dan materilnya.

Hasilnya, berkas perkara tersebut dinyatakan belum lengkap. "Pekan lalu, tepatnya pada hari Senin (29/11), kita sudah menerima berkas perkara atas nama SH. Setelah tim Penuntut Umum meneliti berkas perkara, berkas perkara tersebut ternyata ada beberapa kekurangan yang harus dilengkapi," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Marvelous, Selasa (7/12).

Baca Juga: Hakim Diminta Tolak Eksepsi Petinggi Fikasa Group, Jaksa Harap Sidang Dilanjutkan ke Pembuktian

Atas hal itu, Jaksa kemudian menerbitkan P-18 dan disampaikan ke penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau. Pemberitahuan berkas perkara belum lengkap itu disampaikan pada Senin (6/12) kemarin.

"Untuk melengkapi berkas perkara itu kemarin, pas tujuh hari setelah berkas diterima Penuntut Umum, Penuntut Umum menerbitkan P-18, pemberitahuan bahwasanya berkas perkara belum lengkap, dan itu sudah disampaikan ke Penyidik kemarin," lanjut Jaksa yang akrab disapa Marvel itu.

Jaksa, kata Marvel, meminta agar Penyidik melengkapi berkas perkara berdasarkan petunjuk yang akan diberikan. P1-9 itu akan disampaikan dalam waktu dekat.

"Nanti itu akan dituangkan di dalam petunjuknya atau P-19. Mungkin sehari dua hari ini," sebut mantan Kasi E Bidang Intelijen Kejati Riau itu.

"Dari berkas perkara diterima, itu 7 hari maksimal Penuntut Umum sudah harus menentukan sikap. Kemarin itu akan sudah menentukan sikap berkas perkara tersebut belum lengkap. Tujuh hari berikutnya maksimal Penuntut Umum akan memberikan petunjuk kepada penyidik guna melengkapi berkas perkara," sambungnya seraya mengatakan kalau saat berkas perkara masih berada di meja JPU.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Terkini

M Sabarudi Dilantik Jadi Ketua DPRD Kota Pekanbaru

Selasa, 21 Juni 2022 | 16:45 WIB

Pansus LKPj Tanggapi Laporan Wali Kota Pekanbaru

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:15 WIB

Upaya Tirta Siak Dalam Pipa di Jalan Melur Ujung

Jumat, 17 Juni 2022 | 13:52 WIB
X