Hakim Diminta Tolak Eksepsi Petinggi Fikasa Group, Jaksa Harap Sidang Dilanjutkan ke Pembuktian

- Selasa, 7 Desember 2021 | 18:21 WIB
Suasana sidang dengan agenda penyampaian tanggapan Jaksa atas eksepsi dugaan perkara penipuan dan penggelapan Rp84,9 miliar di PN Pekanbaru (Dodi Ferdian/HRC)
Suasana sidang dengan agenda penyampaian tanggapan Jaksa atas eksepsi dugaan perkara penipuan dan penggelapan Rp84,9 miliar di PN Pekanbaru (Dodi Ferdian/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Jaksa Penuntut Umum berharap majelis hakim menolak eksepsi para terdakwa dugaan tindak pidana perbankan, penipuan dan  penggelapan dengan kerugian total Rp84,9 miliar. Dengan begitu, sidang bisa dilanjutkan dengan agenda pembuktian.

Ada lima orang terdakwa dalam perkara ini. Mereka adalah Bhakti Salim selaku Direktur Utama PT Wahana Bersama Nusantara (WBN) dan Direktur Utama PT Tiara Global Propertindo (TGP), Agung Salim selaku Komisaris Utama PT WBN, Elly Salim Direktur PT. WBN dan Komisaris PT TGP, dan Christian Salim selaku Direktur PT TGP. Lalu, Maryani selaku Marketing Freelance PT WBN dan PT TGP (penuntutan terpisah).

Kelimanya telah menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh JPU di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (22/11) kemarin. Sidang dilanjutkan sepekan kemudian dengan agenda penyampaian eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa.

"Tim JPU telah menyampaikan tanggapan atas eksepsi terdakwa pada sidang yang digelar Senin (6/12) kemarin," ujar Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Lasargi Marel, Selasa (7/12).

Dalam tanggapannya, Jaksa membantah semua yang disampaikan para terdakwa melalui Tim Penasehat Hukumnya. Di hadapan majelis hakim, Tim JPU menyatakan tetap pada dakwaannya.

Baca Juga: Dugaan Karhutla Siak, Berkas Perkara PT BMI Akhirnya P-21

"Tim JPU membantah semua isi eksepsi," tegas Marel.

Untuk itu, Jaksa berharap majelis hakim yang diketuai Dahlan menolak seluruh eksepsi para terdakwa pada putusan sela yang akan disampaikan pada sidang berikutnya. Dengan begitu, sidang bisa dilanjutkan dengan agenda pembuktian.

"Kita berharap eksepsi ditolak, dan Penuntut Umum tetap ingin sidang dilanjutkan ke tahap selanjutnya," pungkas Jaksa yang pernah bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau itu.

Untuk diketahui, JPU dalam dakwaannya menyebutkan, dugaan penggelapan uang nasabah yang dilakukan para terdakwa ini terjadi pada tanggal 14 Oktober 2016 sampai dengan 25 Maret 2020. Setidaknya ada 10 orang nasabah yang menjadi korban para terdakwa, dengan total kerugian Rp84.916.000.000.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Terkini

Ratusan Siswa SD Ikuti Vaksinasi di Polsek Sukajadi

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:51 WIB
X