Maafkan Pelaku dan Cabut Laporan, Kelanjutan Kasus Pengancaman terhadap Agung Nugroho?

- Selasa, 7 Desember 2021 | 16:56 WIB
Suasana di rumah Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau (Istimewa/ Eka HRC)
Suasana di rumah Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau (Istimewa/ Eka HRC)

Sebelumnya diwartakan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan 7 orang yang diduga terlibat penyerangan ke rumah Agung Nugroho ini. Ketujuhnya langsung menyandang status tersangka.

Dua pelaku di antaranya berinisial SYAR dan IRF, langsung ditahan. Keduanya dijerat Pasal 335 dan atau Pasal 167 KUHP. Sementara 5 tersangka lainnya, AFR, REZ, DZI, NOV, dan AFRI, dijerat Pasal 167 KUHP. Kelimanya dikenakan wajib lapor. Untuk nama terakhir, merupakan residivis kasus narkoba tahun 2015.

Untuk diketahui, 1 dari 7 tersangka, berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Para tersangka diamankan atas kasus pengancaman terhadap pelapor, Agung Nugroho.

Baca Juga: Korban Pelecehan Seksual yang Dilakukan Dosen di Unsri Kembali Bertambah, 7 Alumni dan Mahasiswi Jadi Korban

Diketahui, rumah dinas Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho yang berada di Jalan Sumatera, Kota Pekanbaru, diserang oleh 10 orang, Senin (29/11) malam kemarin. Saat itu, para pelaku diduga melakukan pengancaman terhadap Agung Nugroho.

Sebelumnya diwartakan, rumah dinas Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Agung Nugroho didatangi sejumlah orang tak dikenal (OTK), Senin (29/11) malam. Atas kejadian itu, pihak kepolisian langsung mendatangi rumah yang beralamat di Jalan Sumatera Kelurahan Simpang Empat, Kecamatan Pekanbaru Kota itu.

Pantauan di lapangan, mulai sekitar pukul 21.00 WIB, pihak kepolisian telah berada di rumdin Agung Nugroho. Polisi yang tiba ada yang berpakaian sipil dan ada pula yang mengenakan seragam lengkap. Di halaman samping rumah, Agung yang mengenakan baju kaos biru berbincang serius dengan beberapa orang anggota polisi.

Tak lama berselang, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Pria Budi tiba di lokasi. Dia langsung masuk ke dalam rumah dan menemui Agung Nugroho. Beberapa lama kemudian, Pria Budi beranjak pergi.

Sekitar pukul 21.40 WIB,  Agung Nugroho yang sudah mengenakan kemeja putih keluar dari rumah menuju mobil Toyota Land Cruiser hitam yang menunggu di luar. "Ini mau ke Polda Riau melaporkan," ujar Agung Nugroho kala itu.

Dituturkannya, keributan yang terjadi di rumahnya berawal usai Salat Isya. Dia saat itu baru selesai menunaikan salat di mesjid.

"Tiba-tiba ada 10 orang berbadan besar, preman, ribut di rumah saya," sebut dia.

Orang itu kata Agung, sempat menggedor-gedor pagar dan ribut dengan sekuriti yang menjaga rumah dinas tersebut. Sempat pula terjadi perkelahian.

"Ada kontak fisik sama sekuriti. Bilang mana Agung, mana Agung. Keluar.  Bilang gitu. Saya sudah gak terlalu jelas dengar, yang jelas anak-anak takut di dalam," beber dia.

Agung mengaku tahu siapa pihak yang membuat keributan di rumahnya itu. Dia juga mengenal para pelaku termasuk apa yang menjadi motif terjadinya keributan. "Saya sudah tahu apa. Tapi nanti saja saya ceritakan di Polda. Ada yang kenal. Semuanya sudah tahu. Dan mereka menyebutkan identitasnya. Dan sudah kita perkirakan ada kejadian seperti ini," pungkas Agung.

Baca Juga: Ralf Rangnick Incar Pelatih New York Red Bulls sebagai Assistenya, Struber: Saya Tidak Ingin Penurunan Karir

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berkas Perkara Annas Maamun Telah di Pengadilan

Kamis, 12 Mei 2022 | 15:45 WIB
X