Oknum Camat Diduga Cabuli Staff yang Sudah Bersuami, Kabid PP: Kasusnya Sudah Diselesaikan Secara Kekeluargaan

- Selasa, 7 Desember 2021 | 00:47 WIB
Ilustrasi pencabulan
Ilustrasi pencabulan

HALUANRIAU.CO, SIAK - Warga heboh dengan terjadinya peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum camat yang ada di Kabupaten Siak.

Dimana beredar pengakuan wanita diperlakukan tak senonoh oleh oknum camat diruangan kerjanya. Korban yang sudah bersuami ini merupakan staf camat yang ada di Kabupaten Siak. Korban mengaku, peristiwa yang tak lazim menimpanya itu terjadi pada, Jumat (10/10/2021).

"Awalnya ia dipanggil oleh oknum camat tersebut ke ruang kerjanya dengan alasan ada hal yang akan dibicarakan, namun setengah jam pembicaraan, tiba-tiba tangan oknum camat itu mulai menggerayangi tubuh korban, sontak korban ingin pamitan keluar ruangan," ungkap seorang yang tak ingin disebutkan nama dan inisialnya kepada haluanriau.co, Senin (06/12/2021).

"Dengan terkejut, korban meronta dan menghindar, namun oknum camat tersebut terus memeluk dan mulai menciumi tubuh korban," ujarnya menceritakan kronologis korban

Lebih lanjut ia menjelaskan, korban sudah melapor ke Unit Pelayanan Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kabupaten Siak.

"Dugaan pencabulan oleh oknum camat itu disampaikan korban ke Unit Pelayanan Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kabupaten Siak. Bahkan korban menyampaikan sudah melapor ke Polda Riau, pada hari Minggu, 05/12/2021,kemarin," ujarnya.

Baca Juga: Berkas Perkara Dugaan Pungli Pengurusan Surat Tanah di Kelurahan Tirta Siak Bakal Segera Lengkap

Sementara itu, Ria, UPT PPA Siak mengatakan, awal mulanya korban membuat laporan ke Satgas Perlindungan Anak dan Perempuan yang berada di pusat, kemudian laporannya dilimpahkan ke Provinsi lalu ke Kabupaten.

"Karena sudah sampai ke kita, kita analisa laporan lalu kita panggil yang bersangkutan. Kita konfirmasi, kita tanya apa masalahnya," ujar Ria selaku mediator di UPT PPA Siak kepada wartawan.

Tambahnya, saat itu korban mengaku merasa trauma dan pihak UPT PPA Siak telah memberi pelayanan konseling. Meski sempat diberi arahan agar peristiwa yang menimpanya diselesaikan secara mediasi, namun korban dan keluarganya menolak.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X