Tukang Panen Sawit 'Dodos' Anak Majikan, Polres Inhu Ringkus NA

- Rabu, 1 Desember 2021 | 11:25 WIB
NA (23) warga Desa Pesajian Kecamatan Batang Peranap (Eka/HRC)
NA (23) warga Desa Pesajian Kecamatan Batang Peranap (Eka/HRC)

HALUANRIAU.CO, INDRAGIRI HULU - Seorang pemuda yang bekerja sebagai pemanen buah kelapa sawit terpaksa diamankan unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Satreskrim Polres Inhu karena telah melakukan perbuatan cabul dan setubuhi anak bawah umur yang merupakan anak majikan tempatnya bekerja.

NA (23), warga Desa Pesajian Kecamatan Batang Peranap diringkus unit PPA Satreskrim Polres Inhu pada Rabu 24 November 2021 pukul 18.30 WIB di simpang Patokan Desa Pesajian Kecamatan Batang Peranap.

Kapolres Inhu, AKBP Bachtiar Alponso S.I.K, M.Si melalui PS Kasubsi Penmas Polres Inhu, Aipda Misran, Rabu, 1 Desember 2021 membenarkan diamankannya pelaku cabul dan persetubuhan anak bawah umur.

Misran menjelaskan, kasus cabul dan persetubuhan anak bawah umur yang dilakukan oleh buruh panen sawit ini sebenarnya sudah terjadi pada Minggu 10 Oktober 2021 silam di rumah kebun milik orang tua korban, sebut saja Mawar (13) yang masih duduk di bangku SMP tersebut baru diketahui pada 15 November 2021 lalu.

Saat itu, ibu sang korban RH (46) warga salah satu Kecamatan di Kabupaten Bengkalis masuk ke kamar korban karena handphone korban berdering, sementara korban terlelap tidur. Naluri seorang ibu pasti bisa merasakan ada hal aneh terhadap anaknya.

Baca Juga: PT.TKWL Sengaja Rusak Lingkungan, DLH: Kami Tak Akan Keluarkan Izin Sebelum Semuanya di Perbaiki

Ibu korban mengambil handphone yang sedang berdering itu, kemudian menjawab panggilan, namun tiba-tiba sambungan terputus.

Saat itu, ibu korban membuka pesan gambar yang masuk ke handphone anaknya via aplikasi whatsapp, ternyata gambar itu adalah gambar porno yang dikirim pelaku. Kontan saja ibu korban naik pitam, lalu membangunkan korban dan bertanya siapa yang mengirim gambar porno itu.

Dengan gugup dan menangis terisak, korban menjawab jika yang mengirim foto itu adalah NA buruh sawit yang bekerja dikebun orang tuanya, korban terus menangis seperti trauma dan takut, sebab ketika melakukan hal terlarang itu, pelaku sempat mengancam akan membunuh korban jika menceritakan perbuatan pelaku itu.

Kemudian, ibu korban membujuk agar korban menceritakan apa saja yang telah dilakukan NA. Setelah agak tenang, korban bercerita jika saat mereka ke Desa Pesajian untuk memanen buah kelapa sawit, 10 Oktober 2021 lalu, ketika itu korban sedang sendirian dirumah didalam kawasan kebun, sedangkan orangtuanya berada dalam kebun melihat panen kelapa sawit.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X