Selundupkan 5 Kg Sabu, 1 Terdakwa Dituntut Mati dan Tiga Lainnya 16 Tahun Penjara

- Selasa, 30 November 2021 | 19:49 WIB
Suasana jalannya sidang terdakwa Apriadi pidana mati bandar narkoba (Dodi/HRC)
Suasana jalannya sidang terdakwa Apriadi pidana mati bandar narkoba (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PELALAWAN - Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Apriadi dengan pidana mati karena dinilai sebagai bandar narkotika. Sementara tiga terdakwa lainnya dituntut pidana masing-masing 16 tahun penjara.

Tuntutan itu disampaikan pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (30/11). Persidangan itu digelar terbuka untuk umum, dimana majelis hakim dan JPU berada di ruang sidang, sementara para terdakwa berada di rutan dan mengikuti persidangan secara daring.

Pada sidang tersebut, JPU menuntut terdakwa Apriadi dengan pidana mati. Dia dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana tertuang dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Hal itu sesuai dengan Dakwaan Primair Penuntut Umum," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelalawan, Silpia Rosalina melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Riki Saputra, Selasa petang.

Baca Juga: Gubernur Riau Setujui UMK Pekanbaru Tahun 2022 Sebesar Rp. 3.049.675

Sementara terhadap tiga terdakwa lainnya, yaitu Ardian Desri Jaya, Syawal dan Zamhur, dituntut lebih ringan, yakni 16 tahun penjara dan denda masing-masing sejumlah Rp3 miliar subsidair selama 6 bulan penjara. Ketiganya dijerat dengan pasal yang sama.

Diterangkan Riki, tuntutan tersebut didasarkan pada fakta persidangan dan pertimbangan bahwa perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Para terdakwa, kata dia, dalam melakukan transaksi narkotika dilakukan secara terorganisir dan rapi,

"Terdakwa Apriadi berperan sebagai bandar, sementara Ardian Desri Jaya, Syawal dan Zamhur berperan sebagai kurir dan terlibat langsung dengan jaringan internasional," terang Riki.

"Khusus untuk terdakwa Apriadi pada saat melakukan perbuatan tersebut, dia masih menjalani proses persidangan dalam perkara yang sama, yaitu tindak pidana narkotika. Perkaranya masih proses upaya hukum di Mahkamah Agung," sambungnya.

Dengan telah dibacakannya tuntutan pidana, maka agenda sidang berikutnya adalah penyampaian pledoi atau nota pembelaan oleh terdakwa.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Terkini

Penemuan Mayat di Pelalawan, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Senin, 20 September 2021 | 16:08 WIB
X