Soal UMK Naik, Pemerintah Seakan Lupa Nasib Korban PHK Akibat Pandemi

- Senin, 29 November 2021 | 20:05 WIB
Ilustrasi rupiah  |  Sumber: Mufid Majnun on Unsplash
Ilustrasi rupiah | Sumber: Mufid Majnun on Unsplash

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Upah Minimum Kota (UMK) Pekanbaru tahun 2022 naik 2,39 persen atau berkisar Rp50.000. Saat ini UMK Pekanbaru berada di angka Rp3.069.675. Kenaikan ini mengikuti perkembangan UMP Riau yang juga ikut naik.

Hal ini merupakan kabar baik bagi para pekerja di Kota Pekanbaru, namun ada hal yang terlupakan, yakni pekerja yang di-PHK saat pandemi Covid-19.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, Zulkarnain, Senin (29/11), meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk memperhatikan permasalahan tersebut.

Kata Zulkarnain, mengurusi hal tersebut lebih penting daripada mengurusi kenaikkan UMK Pekanbaru. 

Baca Juga: Resmi, Ralf Rangnick Jadi Manajer Sementara Manchester United Hingga Akhir Musim

"Yang pertama penyelamatan dulu, saya memandang dari sisi penyelamatan. Pertama pemerintah harus menyelamatkan karyawan yang dirumahkan atau yang kena PHK ini dulu," kata Zulkarnain.

Pemko Pekanbarh harus ikut berperan untuk mengembalikan karyawan yang dirumahkan atau yang sudah di-PHK ke tempat asal mereka bekerja sebelumnya. Sebab ini menyangkut dengan hajat hidup orang banyak.

Dewan pengupahan yang terdiri dari perwakilan buruh, perwakilan pengusaha dan juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau agar bisa memperhatikan pekerja yang dirumahkan akibat dampak pandemi Covid-19.

"Kenaikan UMP yang diperkirakan hanya naik sekitar Rp50 ribu juga tidak signifikan, namun demikian ini diharapkan jika harus naik dewan pengupahan tidak melupakan karyawan yang dirumahkan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Vaksinasi Masyarakat Kota Pekanbaru Capai 99,9 Persen

Selasa, 11 Januari 2022 | 18:37 WIB

Polsek Senapelan Gelar Vaksin Massal Siswa

Senin, 10 Januari 2022 | 13:59 WIB
X