Sita 3.200 Batang Kayu Bakau Ilegal, Polres Meranti Amankan 4 Pelaku di Perairan Pulau Merbau

- Minggu, 28 November 2021 | 14:16 WIB
Polres Meranti menyita 3.200 batang kayu bakau ilegal (Dodi/HRC)
Polres Meranti menyita 3.200 batang kayu bakau ilegal (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, MERANTI - Kepolisian Resor Kepulauan Meranti mengamankan 4 orang yang diduga terlibat praktik ilegal logging di Kota Sagu itu. Sebagai barang bukti, polisi turut menyita 3.200 batang kayu bakau.

Pengungkapan itu dilakukan di perairan Desa Centai, Kecamatan Pulau Merbau, Meranti, Sabtu (27/11) siang. Penangkapan berada di titik koordinat N 1°00'51.2", E 102°37'12.6".

Dikatakan Kapolres Meranti, AKBP Andi Yul Lapawesean Tenri Guling, pengungkapan bermula dari adanya  informasi masyarakat tentang adanya kegiatan penyelundupan hasil hutan yang akan dibawa ke Malaysia.

"Atas informasi itu, saya perintahkan personel Sat Reskrim untuk tangkap," ujar Andi Yul, Minggu (28/11).

Tim yang menggunakan speed boat melakukan pemantauan di sekitar Desa Centai. Sekitar pukul 14.00 WIB terlihat adanya 1 unit kapal yang berlayar dengan haluan mengarah ke Selat Malaka, Malaysia. Petugas menghentikan kapal tersebut setelah sempat kejar kejaran selama setengah jam.

Baca Juga: Bukan Pakai Pil Kuat, 5 Olahraga yang Tingkatkan Kejantanan Pria

"Setelah dilakukan pemeriksaan, di dalam kapal terdapat hasil hutan kayu jenis bakau sebanyak lebih kurang 3.200 batang tanpa dilengkapi surat sah keterangan hasil hutan kayu," kata Andi Yul.

Di dalam kapal itu, terdapat empat orang yang turut diamankan. Mereka masing-masing berinisial HER (37) sebagai Nahkoda Kapal, SUR selaku Kepala Kamar Mesin (KKM) Kapal, serta HAM (31) dan ZUL (24). Dua nama yang disebutkan terakhir selalu Anak Buah Kapal (ABK).

"Barang (barang bukti kayu,red) tersebut kemudian dikawal ke Selatpanjang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," tutur Andi Yul.

Dari keterangan keempat pelaku, kata Andi Yul, kayu ini mereka muat di perairan Sungai Terus Desa Alai, Tebing Tinggi Barat, Meranti pada pagi harinya. Kayu tersebut mereka bawa untuk dijual kepada seseorang bernama Along, Warga Negara Asing (WNA) yang berdomisili di Batu Pahat, Malaysia.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Vaksinasi Gembira Polres Meranti Diserbu Warga

Rabu, 22 Desember 2021 | 18:26 WIB
X