Wabup Siak Hadir pada Festival Kabupaten Lestari ke 4 Berlangsung di Gorontalo dan Bone Bolango

- Minggu, 28 November 2021 | 12:34 WIB
Wabup Siak Husni Merza menghadiri festival di Gorontalo (Sugianto/HRC)
Wabup Siak Husni Merza menghadiri festival di Gorontalo (Sugianto/HRC)

HALUANRIAU.CO, SIAK - Festival Kabupaten Lestari ke 4 yang dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango Resmi dibuka, yang ditandai dengan pemukulan hadroh oleh Bupati Gorontalo, Bupati Bone Bolango dan Wakil Bupati Siak Husni Merza.

Pemerintah Kabupaten Siak mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan FKL ke 4 di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango, yang dilaksanakan pada tanggal 23-28 November 2021 dengan mengangkat tema “Merangkai Kembali Identitas Lestari".

"Kami atas nama pemerintah Kabupaten Siak mengucapkan selamat dan sukses kepada Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango sebagai tuan rumah Festival Kabupaten Lestari keempat. Semoga kegiatan ini berjalan lancar hingga selesai," ujar Wakil Bupati Siak Husni Merza, saat dihubungi by whatsapp, Sabtu (27/11/2021).

Ia menjelaskan FKL telah sukses diselenggarakan sebanyak tiga kali, yaitu pada 2018 FKL di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan; pada 2019 di Kabupaten Siak, pada 2020 di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Kontribusi Kabupaten Siak sebagai anggota LTKL salah satunya kebijakan Siak Hijau dalam rangka pembangunan berkelanjutan yang melatar belakangi Siak Hijau adalah respon di saat kondisi lingkungan dimana telah terjadi kebakaran hutan yang hebat di tahun 2015.

Baca Juga: Asisten Adum Jamaluddin, Melepas Peserta Ekspedisi Taman Nasional Zamrud

"Musibah kebakaran hutan dan lahan saat itu, memiliki dampak buruk terhadap ekosistem lingkungan serta berpengaruh terhadap aktifitas masyarakat, karena yang di hasilkan dari kebakaran hutan dan lahan itu munculnya kabut asap," ungkapnya.

Ini juga sudah di dijalankan dengan LPJMD kabupaten Siak dengan memenuhi indikator pembangunan daerah. Yang mana di dalam LPJM tersebut Siak Hijau sudah di tuangkan sebagai satu komitmen pemerintah daerah dan stakeholder untuk melestarikan dan kebelanjutan sumber daya alam, pembanggunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Siak Hijau juga sudah dituangkan ke dalam Peraturan Bupati tahun ini di tingkatkan menjadi Perda. Siak Hijau pengelolaanya tentu berdasarkan pelestarian dan keberlanjutan termasuk juga upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, PAD bagi daerah. Melalui pola pemanfaatan SDA, melalui perlindungan dan hilirisasi dan intensifikasi juga sudah ditetapkan peta jalan Siak Hijau ada zonasi konservasi, kehutanan dan perkebunan dan Industri termasuk zonasi pertanian dan pemukiman," terangnnya.

Siak juga sudah melakukan kajian rencana perlidungan pengelolaan lingkungan hidup yang di usulkan melalui Peraturan Daerah. Sudah membuat target indeks kwalitas lingkungan hidup, indek kualitas air dan indeks kwalitas udara.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Terkini

X