Terapkan Restoratif Juctive Perdana di Rohil, Kejari Hentikan Tuntutan Kasus Penadah HP di Bagansiapiapi

- Kamis, 11 November 2021 | 22:02 WIB
Kajari Rohil Yuliarni Appy didampingi Kasiintel Hasbullah SH, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Yongki Arvius dan Kasi Datun Irfan Rahmadani Prayoga Diskusi terkait tersangka Habibi (Jhoni Saputra/HRC)
Kajari Rohil Yuliarni Appy didampingi Kasiintel Hasbullah SH, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Yongki Arvius dan Kasi Datun Irfan Rahmadani Prayoga Diskusi terkait tersangka Habibi (Jhoni Saputra/HRC)

HALUANRIAU.CO, ROKAN HILIR - Untuk pertama kalinya, Kejaksaan Negeri Rokan Hilir (Kejari Rohil) menghentikan tuntunan terhadap Perkara tindak Pidana penadahan sebuah handphone di Bagan Siapiapi atau dikenal dengan penerapan Restoratif Justice.

Sehingga tersangka Habibi (22) yang sudah ditahan Kejari Rohil di Lapas Kelas IIA Bagan Siapiapi selama 10 hari, pada Kamis (11/11/2021) di bebaskan langsung oleh Kajari Rohil Yuliarni Appy.

Pembebasan tersangka dilakukan langsung oleh Kajari Rohil Yuliarni Appy didampingi Kasiintel Hasbullah SH, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Yongki Arvius dan Kasi Datun Irfan Rahmadani Prayoga.

Pada saat pembebasan di Lapas Bagan Siapiapi, kepada tersangka Kajari meminta agar tersangka tidak lagi mengulangi lagi perbuatannya. Sebab, lanjut Yuliarni, tidak semua tindak pidana bisa dihentikan tuntunan nya dan tidak ada kesempatan dua kali bagi pelaku penadah yang sama.

Baca Juga: JMS di SMAN 2 Pangkalan Kerinci, Kejari Gandeng MUI Pelalawan

"Penghentian penuntutan berdasarkan restoratif justice (RJ), melihat keadaan rumah tangga tersangka dan berdasarkan hati nurani, selain itu korban juga memaafkan tersangka," ujar Kajari.

Kajari Rohil Yuliarni Appy didampingi Kasiintel Hasbullah SH, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Yongki Arvius dan Kasi Datun Irfan Rahmadani Prayoga Diskusi terkait tersangka Habibi (Jhoni Saputra/HRC)
Sebelumnya, beberapa waktu lalu tersangka melakukan penadahan HP Android dengan membeli sebesar Rp 200 000. Padahal tersangka sudah menduga HP yang dijual murah tersebut merupakan hasil curian. Selanjutnya tersangka menjual HP tersebut seharga Rp 450 000, sehingga tersangka mendapatkan keuntungan Rp 250 000.

Yuliarni menambahkan, ada penyelesaian perkara diluar pengadilan yang berdasarkan keadilan RJ dan semua syarat RJ itu telah terpenuhi oleh tersangka Habibi.

"Pertama, ancaman pasal 80 ayat 1 itu dibawah 5 tahun, kedua kerugian dibawah 2.500 000, dan ada perdamaian antara tersangka dan korban yang berharap perkara ini diselesaikan secara perdamaian," papar Yuliarni.

Selain itu lanjut Yuliarni, berdasarkan hati nurani Kejari Rohil melihat tersangka juga merupakan orang yang hidupnya merupakan keluarga tidak mampu. Sehingga, Kejari Rohil mengupayakan agar dibuat RJ.

Sementara itu tersangka Habibi mengakui dan menyeselai perbuatan yang dilakukannya. Atas bebasnya dirinya, Habibi mengucapkan terimakasih kepada Kejari Rohil yang telah membantu dirinya lepas dari tuntutan hukum.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wabup Rohil Hadiri Rapat Pencegahan HIV

Sabtu, 11 Desember 2021 | 15:08 WIB
X