Masa Penahanan Wakil Ketua Dewan Direksi PT Wika-Sumindo Diperpanjang

- Rabu, 10 November 2021 | 16:22 WIB
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi masih butuh waktu melengkapi berkas perkara tersangka Petrus Edy Susanto. Dengan begitu, KPK memperpanjang masa penahanan terhadap Wakil Ketua Dewan Direksi PT Wika-Sumindo.

Petrus merupakan tersangka dugaan korupsi proyek peningkatan jalan lingkar Pulau Bengkalis, Provinsi Riau Tahun Anggaran (TA) 2013-2015. Dalam proses penyidikan, penyidik lembaga antirasuah telah menahan Petrus sejak Selasa (19/10) lalu.

Mengingat belum rampungnya proses penyidikan, KPK kemudian memperpanjang masa penahanannya. Hal itu sebagaimana disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada Haluan Riau, Rabu (10/11).

"Tim Penyidik memperpanjang masa penahanan Tsk (tersangka,red) PES (Petrus Edy Susanto,red)," ujar Ali Fikri melalui pesan singkat aplikasi perpesanan WhatsApp.

Baca Juga: Buntut Hilangnya Pelajar SMP, Mantan Pembantu Jadi Tersangka

Perpanjangan penahanan ini merupakan kali pertama yang dilakukan penyidik KPk. Adapun waktunya adalah 40 hari ke depan.

"Terhitung mulai 10 November s/d 19 Desember 2021 di Rutan KPK pada Kavling C1," imbuh Ali Fikri.

"Pemberkasan perkara terus dilengkapi dengan memeriksa sejumlah saksi yang terkait dengan perkara ini," sambungnya memungkasi.

Selain Petrus, dalam perkara ini KPK telah menetapkan empat tersangka lainnya. Mereka diketahui juga telah dilakukan penahanan.

Empat pesakitan itu adalah Didiet Hadianto selaku Project Manager WIKA-Sumindo, Tirta Adhi Kazmi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Firjan Taufa selaku Koordinator Adm Pemasaran Divisi 1 Medan PT Wika), dan I Ketut Suarbawa.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dewan: Jangan Semena-mena Naikkan Tarif Sewa di STC

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:20 WIB
X