Diduga Aniaya Santri karena Tidak Bisa Bahasa Arab, Seorang Ayah di Inhu Lapor Polisi

- Rabu, 10 November 2021 | 10:53 WIB
Ilustrasi tindakan penganiayaan (Here and now, unfortunately, ends my journey on Pixabay dari Pixabay)
Ilustrasi tindakan penganiayaan (Here and now, unfortunately, ends my journey on Pixabay dari Pixabay)

HALUANRIAU.CO, INHU - Mengaku terima tindakan kekerasan dari seorang ustaz di lingkungan sekolah, seorang santri berisial A (12) di Indragiri Hulu (Inhu) melapor ke polisi.

Korban yang merupakan santri asal Inuman tersebut bersekolah di SMP Islam Terpadu Inhu. Karena kejadian tersebut korban mengalami luka memar.

"Oktober lalu anak saya ini direndam air di tengah malam, hujan-hujan dan kedinginan, sakit tak dikasih tahu kami," kata orang tua korban, Yusriadi, dikutip dari detikcom, Selasa (9/11/2021).

Orang tua korban mengatakan dugaan penganiayaan tersebut terjadi Oktober lalu. Penganiayaan tersebut dilatar belakangi oleh korban yang tidak bisa bahasa arab.

Baca Juga: Hari ini, Penyidik Periksa Oknum Dekan di UNRI dalam Perkara Dugaan Pelecehan

Sayangnya, pelaku sebagai pendidik bukannya mengajari malah memukul korban menggunakan rotan hingga memar.

"Jumat (29/10), anak saya ini ternyata sudah tumbang, dibawa ke klinik. Diobati biar orang tua tidak tahu, dikasih istirahat selama 2 hari," katanya.

Setelah kondisi korban membaik, kegaiatan belajar mengajar pun dilakukan seperti biasa. Namun tindakan kekerasan tersebut kembali terjadi.

"Kamis anak puasa, sudah nanggung. Jadi puasa ngomong juga karena sudah pasrah, kena pukul juga lagi sampai memar-memar semua badan anak saya," katanya.

Baca Juga: Pekanbaru Masih PPKM Level 2, Tiga Daerah Turun Level 2

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: detik.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X