Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus Kembali Terjadi, Kali Ini Menimpa Seorang Mahasiswi UNRI

- Kamis, 4 November 2021 | 16:24 WIB
Pengakuan korban pelecehan di lingkungan kampus Unri (Foto: Tangkapan layar instagram @komahi_ur)
Pengakuan korban pelecehan di lingkungan kampus Unri (Foto: Tangkapan layar instagram @komahi_ur)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU -  Pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali terjadi. Kali ini kejadian tersebut menimpa seorang mahasiswi Universitas Riau, jurusan Hubungan Internasional angkatan 2018.

Dalam video yang berdurasi 13:10 menit di akun Instagram @komahi_ur, korban menceritakan kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu, 27 Oktober sekitar pukul 12.30 WIB.

Kronologi pelecehan tersebut bermula dari niat korban melakukan bimbingan proposal skripsi kepada salah seorang dosen, yang  mana pada waktu itu hanya ada pelaku dan korban.

Awalnya bimbingan dimulai dengan beberapa pertanyaan personal, namun beberapa kali pelaku mencetuskan kata-kata yang membuat korban merasa tidak nyaman.

Tidak hanya sampai disitu, perbuatan pelecehan pelaku mencapai puncaknya saat korban berpamitan setelah menyelesaikan bimbingan proposalnya.

Dalam kesempatan itu pelaku memegang bahu korban dan mendekatkan tubuhnya lalu beliau memegang kepala korban kemudianmencoba melakukan aksi yang mencorang nama baik UNRI itu.

Baca Juga: Ketua Jurusan HI UNRI Mengaku Belum Menerima Laporan Terkait Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus

Korban menceritakan, pada saat itu dirinya merasa ketakutan dan terhina.

Pada saat itu korban menolak permintaan pelaku, lalu kemudian mendorongnya.

Setelah kejadian tersebut, korban melaporkan kejadian itu kepada salah seorang dosen. Korban meminta agar pembimbing proposalnya diganti oleh Ketua Jurusan dan melaporkan kasus pelecehan tersebut.

Namun pada hari saat sebelum bertemu Ketua Jurusan, korban mengatakan pelaku meminta dirinya untuk bertemu terlebih dahulu sebelum menjumpai Ketua Jurusan.

Bahkan pelaku menyuruh korban berputar balik, meskipun korban sudah menemui Kepala Jurusan, pelaku tetap memaksa korban untuk menemuinya di sebuah kedai kopi.

Dalam pertemuan itu, pelaku mencoba memberikan tekanan kepada korban agar tidak melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua Jurusan.

Pelaku bahkan mengancam korban dengan kalimat "jangan sampai karena kasus ini pelaku bercerai dengan istrinya". Korban disuruh pelaku tidak mempermasalahkan kejadian tersebut.

Setelah pertemuan itu, korban kembali bertemu dengan dosennya untuk melaporkan kejadian tersebut ke Ketua Jurusan. Sayangnya dosen tersebut justru menyalahkan korban, dan mempermasalahkan bahwa bimbingan proposal tersebut yang dilakukan sebelum adanya SK.

Editor: Taufik Ilham

Tags

Terkini

Berkas Perkara Annas Maamun Telah di Pengadilan

Kamis, 12 Mei 2022 | 15:45 WIB
X