Luhut Binsar dalam Pusaran Bisnis Alat Tes PCR, DPP IMM : Pemerintah Tak Boleh Berbisnis dengan Rakyatnya

- Rabu, 3 November 2021 | 19:35 WIB
Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik DPP IMM, Immawan Baikuni Alsafa (Dodi /HRC)
Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik DPP IMM, Immawan Baikuni Alsafa (Dodi /HRC)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan disebut-sebut memiliki bisnis di bidang penyediaan alat tes PCR. Terkait hal itu, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah angkat bicara.

"DPP IMM menyayangkan keterlibatan pemerintah berbisnis dengan rakyat di tengah kondisi perekonomian indonesia keadaan terpuruk," ujar Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik DPP IMM, Immawan Baikuni Alsafa dalam siaran pers yang diterima haluanriau.co, Rabu (3/11).

Menurut Baikuni, seharusnya saat ini pemerintah fokus dalam upaya percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal itu, kata dia, merupakan hal yang utama dalam melewati krisis yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Dia menuturkan, sejak kasus Covid-19 pertama diumumkan, setidaknya sebanyak 1,3 juta orang sudah pernah terjangkit dan 35.000 orang telah meninggal dunia.

Dampak di sektor ekonomi paling dirasakan oleh rakyat Indonesia.

Sebelum pandemi melanda dunia, jumlah penduduk penduduk miskin Indonesia berkisar 9,5 persen. Data terbaru menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni kisaran15-17 persen penduduk Indonesia berada dalam garis kemiskinan.

Berbanding terbalik dengan penderitaan yang saat ini sedang dirasakan rakyat Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sebanyak 70,3 persen penyelenggara negara mengalami kenaikan harta kekayaan selama pandemi Covid-19.

Salah satu yang paling fantastis adalah harta kekayaan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dengan kenaikan harta senilai Rp67.747.603.287 dan berubah memiliki harta Rp745.188.108.997.

Total penambahan kekayaan Luhut sebesar Rp 677.440.505.710 selama masa pandemi.

Lonjakan harta kekayaan yang fantastis ini memperkuat dugaan keterlibatan Luhut Binsar Panjaitan dalam pusaran bisnis alat tes swab PCR bersama dengan PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Tidak tanggung-tanggung, 2 perusahaan yang berafiliasi langsung dengan Luhut yakni PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi tercatat mengantongi 242 lembar saham senilai Rp242 juta di PT GSI.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X