Dibalik Kasus KDRT Hermayalis 'Ada Konspirasi' Perebutan Jabatan Ketua Koperasi Iyo Basamo

- Minggu, 31 Oktober 2021 | 14:29 WIB
Hermayalis Ketua Koperasi Iyo Basamo Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kampar (Amri/HRC)
Hermayalis Ketua Koperasi Iyo Basamo Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kampar (Amri/HRC)

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Ada dugaan konspirasi dibalik kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyeret Hermayalis Ketua Koperasi Iyo Basamo Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kampar, Riau ke meja hijau persidangan.

Hermayalis sempat menjadi pesakitan dalam kasus KDRT, karena tidak terbukti melakukan tindak pidana yang dituduhkan terhadap dirinya. Akhirnya dia divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Bangkinang pada Kamis (28/10) kemarin.

"Alhamdulillah kita sangat bersyukur atas vonis bebas yang diberikan Majelis Hakim. Setelah melalui perjuangan yang panjang pembuktian di pengadilan terhadap persoalan ini kita melihat itu tidak terbukti. Karna kita memang tidak berbuat seperti yang dihinakan oleh pelapor," ujar Hermayalis pada haluanriau.co, Sabtu (30/10).

Ia menjelaskan, kasus KDRT yang ditiduhkan terhadap dirinya itu tidak benar, sebab Idariyani mantan istrinnya itu sudah menikah dengan orang lain yang merupakan lawan politiknya dan juga sudah pisah rumah lebih kurang 1 tahun 8 bulan.

Baca Juga: Disambut Kajati, Buronan 18 Tahun Ini Dieksekusi di Lapas Pekanbaru

Hermayalis mengatakan akan mengambil langkah - langkah hukum terhadap para saksi yang memberikan keterangan palsu sehingga ia dihadapkan dimuka persidangan.

"Kita tidak menyalahkan institusi polisi dan kejaksaan yang kita sayangkan adalah saksi. Karna perbuatan saksi inilah institusi polisi dan kejaksaan meneruskan hal ini sampai ke pengadilan. Makanya dari awal kita tidak lakuakan upaya perlawanan hukum karna kita melihat saksi ini betul - betul diseting oleh pihak yang ingin melihat saya tenggelam," kata Hermayalis.

Dibalik kasus KDRT yang dituduhkan terhadap dirinya, Hermayalis mengatakan ada upaya pihak - pihak lain untuk menjatuhkan posisinya sebagai "Ketua Koperasi Iyo Basamo". "Saya menilai tujuan mereka itu bukan mengangkat persoalan KDRT tetapi ada sebenarnya agenda besar terutama karna saya memegang jabatan Ketua Koperasi. Kemudian agenda khususnya di Desa terantang adalah masalah pilkades," ungkapnya.

Hal itu sebut Hermayalis karena saat dirinya ditahan di Rutan Polres Kampar. Ada sekelompok orang yang bukan anggota Koperasi Iyo Basamo melakukan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) dari hasil rapat itu menghasilkan pengurus koperasi yang ilegal.

"Adanya orang saat ini yang mengaku sebagai pengurus koperasi hasil rapat luar biasa ilegal, kami menyampaikan bahwa rapat mereka itu tidak sah karna mereka bukan anggota koperasi. Syarat sebagai anggota koperasi itu harus terdaftar di buku induk, membayar simpanan wajib, simpanan pokok dan dibuku induk itu ditandai dengan sidik jari," tuturnya.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rendi Winata Resmi Jabat Kasi Intel Kejari Kampar

Kamis, 11 Agustus 2022 | 18:46 WIB

Lapas Bangkinang Terima 12 Orang Tahanan Baru

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:47 WIB
X