Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus KDRT Ketua Koperasi Iyo Basamo Hermayalis

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:10 WIB
Ilustrasi (Foto: Лечение наркомании dari Pixabay)
Ilustrasi (Foto: Лечение наркомании dari Pixabay)


HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Hermayalis terdakwa kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) akhirnya menghirup udara bebas. Setelah dinyatakan tidak bersalah oleh Hakim Pengadilan Negari (PN) Bangkinang.

Ketua Koperasi Iyo Basamo Desa Terantang, Kecamatan Kampar itu diberi vonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangkinang, dalam sidang putusan yang digelar Kamis (28/10/2021).

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Ferdi, menurut Ferdi, terdakwa Hermayalis tidak  terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 44 ayat (1) Undang-undang (UU) RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, sebagaimana dakwakan Jaksa Penuntut Umum.

Dimana dalam dakwaannya JPU menuntut Hermayalis pidana penjara selama 1,5 tahun.  Hal itu sebagaimana tertuang dalam dakwaan tunggal JPU.

"Mengadili menyatakan terdakwa Hermayalis alias Her bin Yulizar  tersebut diatas tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakuakn tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan," kata Ketua Mejelis Hakim Ferdi.

Baca Juga: Voice Of Baceprot Band Metal Wanita Muslim Asal Garut Umumkan Tour Eropa 2021

"Membebaskan kepada terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum. Memerintah agar membebaskan terdakwa dari tahan setelah putusan ini dibacakan. Memulihkan hak - hak terdakwa dalam kemampuan kedudukan harkat serta martabatnya," sambungnya.

Majelis hakim menilai keterangan tiga orang saksi yang dihadirkan JPU yakni, Saprianto, Diko Candra dan Gutywati tidak bersesuain dengan keterangan saksi korban Idariyani.

Kemudian majelis hakim mengatakan  keterangan para saksi yang dihadirkan serta barang bukti yang diajukan dipersidangan  tidak ditemukan adanya petunjuk bahwa terdakwa telah melakukan kekerasn fisik terhadap saksi korban Idariyani.

Akan tetapi majelis hakim berpendapat bahwa luka memar sebagaiman visum et repertum yang di jadikan bukti didalam perkara ini disebabkan karna adanya perbuatan antara saksi korban dengan Ijun yang merupakan adik terdakwa Hermayalis.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lapas Bangkinang Terima 12 Orang Tahanan Baru

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:47 WIB

Dinkes: Kabupaten Kampar Nol Kasus Covid-19

Selasa, 19 Juli 2022 | 17:41 WIB
X