Kejari Kuansing Siap Hadapi Praperadilan Kadis ESDM Riau

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:06 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Hadiman (Istimewa)
Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Hadiman (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi (Kuansing) mengaku telah mengantongi cukup alat bukti untuk menjerat Indra Agus Lukman sebagai tersangka. Hal itu diyakini mampu mementahkan upaya praperadilan yang dikabarkan akan ditempuh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau itu.

Indra Agus baru saja ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi terkait kegiatan Bimtek dan Pembinaan Bidang Pertambangan serta akselerasi di Dinas ESDM Kuansing ke Provinsi Bangka Belitung tahun 2013-2014 yang bersumber dari APBD sebesar Rp765.512.700. Kerugian negara ditaksir Rp500.176.250. Saat itu, Indra Agus menjabat Kadis ESDM Kuansing.

Penanganan perkara itu dilakukan penyidik pada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kuansing. Indra Agus sendiri diketahui telah dijebloskan ke penjara, dan dititipkan di Rutan Mapolres Kuansing untuk 20 hari ke depan, dimulai sejak 12 hingga 31 Oktober 2021 mendatang.

Baca Juga: Ciri-ciri CV yang Bakal Masuk Tong Sampah, Jobseeker Perlu Tahu

Tidak terima dengan status dan penahanan itu, Indra Agus dikabarkan akan menempuh upaya hukum praperadilan. Menanggapi hal itu, Kepala Kejari (Kajari) Kuansing, Hadiman menyatakan, hal itu sah-sah saja dilakukan oleh tersangka.

"Silakan saja dia mengajukan. Itu hak dari pada tersangka, apakah itu mengajukan praperadilan, atau apakah upaya lain, silakan," ujar Hadiman saat ditemui di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Rabu (13/10/2021).

Pihaknya kata Hadiman, tidak gentar menghadapi praperadilan itu. Menurut dia, penyidik telah bekerja secara profesional dan mengantongi cukup bukti sehingga menetapkan Indra Agus sebagai tersangka.

"Kami juga mempunyai hak, artinya memproses sampai ke pengadilan. Bukti-bukti yang kami temukan lebih dari dua alat bukti. Apalagi ini ada dalam putusan pengadilan, bahwa ada perbuatan tindak pidana korupsi bersama-sana terpidana Edisman dan Ariadi," beber Kajari Hadiman.

Dua nama yang disebutkan terakhir telah menyandang status terpidana. Mereka masing-masing selaku Bendahara Pengeluaran Dinas ESDM Kuansing dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Keduanya sudah diadili dan dinyatakan terbukti bersalah dengan hukuman penjara masing-masing selama 1 tahun.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polres Kuansing Tangkap Dua Pelaku Judi Togel Online

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 22:09 WIB
X