Soal Demo Jahit Mulut, Pemko Klaim Sudah Lakukan yang Terbaik untuk Imigran dan Mereka Salah Besar

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:01 WIB
Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian (istimewa)
Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian (istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru menyayangkan demo yang dilakukan para imigran, kemarin. Sebab, Kesbangpol mengklaim keamanan dan kenyamanan mereka sudah dijamin.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan yang dilakukan imigran ini sudah berkali-kali. Kesbangpol sudah sering memberikan penjelasan, namun kata Zulfahmi aksi terus terjadi karena ketidakpuasan para imigran.

"Yang dituntut mereka ini kan pindah ke negara ketiga. Pindah ke negara ketiga ini bukan hak para pengungsi. Tapi itu adalah hadiah atau bonus yang diberikan negara ketiga kepada pengungsi jika mereka menyetujui. Jadi pindah ke negara ketiga tidak bisa kami paksakan itu. Dan penjelasan ini sudah berulangkali," ujar Zulfahmi, Rabu (13/10/2021), dikutip dari Pekanbaru.go.id.

Kata Zulfahmi, para pengungsi juga sudah berulangkali diingatkan, saat ini sedang kondisi pandemi Covid-19.

"Semua tidak boleh membuat kerumunan. Itu kan dilarang. Tapi mereka tidak mempedulikan ini. Artinya mereka tidak menghargai kedaulatan pemerintah kita, tidak menghargai sistem pemerintahan kita, perundang-undangan kita. Ini sudah salah besar mereka," kata Zulfahmi.

Baca Juga: Perihal Dugaan Pelanggaran Doping, WADA: Seandainya Atlet Indonesia Menang Tetap Tak Boleh Tampilkan Atribut

Zulfahmi juga menjelaskan, selama para imigran berada di Kota Pekanbaru, tidak pernah ada yang menggangu. Para imigran diklaim hidup nyaman dan diberi pelayanan kesehatan oleh Pemko Pekanbaru.

Sebab itu Zulfahmi menyesalkan sikap yang ditunjukkan oleh para imigran dengan melakukan unjuk rasa.

"Mereka anggap apa kita Pemerintah Kota Pekanbaru, provinsi, atau Negara Indonesia. Ini yang kami sesalkan sama mereka. Persoalan jaminan hidup, pelayanan kesehatan, kemudian keselamatan, mereka tidak pernah diusik atau diganggu. Mereka mau ke pasar, mau ke mana, olahraga, tidak pernah ada orang Indonesia yang menggangu mereka. Artinya mereka hidup dengan aman dan nyaman di sini," tegasnya.

Zulfahmi juga menyebut, saat unjuk rasa, para imigran ini menyatakan tersiksa di Indonesia, serta perlakuan di Indonesia buruk. Ia menganggap pernyataan itu salah kaprah.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: pekanbaru.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SDN 140 Pekanbaru Terendam Banjir

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:18 WIB

Jambret di Depan Mal Pekanbaru Diamankan Polisi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 15:41 WIB

Wanita Tua Tersasar di Kota Pekanbaru

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:51 WIB
X