Curiga Kelangkaan BBM Akibat Penyelewengan, Pengamat: Mungkin Solar Diselundupkan ke Luar Negeri

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:40 WIB
 Antre mobil di SPBU Jalan SM Amin Pekanbaru membuat kemacetan (Istimewa/Ihsan)
Antre mobil di SPBU Jalan SM Amin Pekanbaru membuat kemacetan (Istimewa/Ihsan)


HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kelangkaan BBM di Riau, khususnya di Pekanbaru membuat masyarakat curiga adanya praktik penyelewengan.

Hal tersebut disampaikan Pengamat Kebijakan Publik, Rawa El Amady.

Ia sendiri tak memungkiri banyaknya praktik penyelewengan BBM di Riau. Maka, agar kejadian serupa tak melulu terjadi dan merepotkan masyarakat, ia meminta polisi turun tangan dan mengusut tuntas mafia di balik kelangkaan BBM sekarang, khususnya jenis solar.

"Polisi perlu turun tangan dan segera mengusut tuntas kasus ini. Harus transparan. Kita perkirakan kelangkaan ini akibat adanya pengalihan tujuan distribusi," ujarnya, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga: Orang Tua Disarankan Ikuti Sitem Dukcapil untuk Pemberian Nama Bayi

Selain polisi, pihak-pihak yang memiliki wewenang diminta melakukan penyelidikan mendalam terkait kejadian ini. Pasalnya, kelangkaan BBM di Riau bukan baru sekali dua terjadi. Namun, hampir setiap tahun.

"Memang perlu pihak-pihak lain yang berwenang melakukan investigasi. Ada kemungkinan solar-solar itu dijual ke industri atau malah diselundupkan ke luar negeri bahkan kapal penampung di tengah laut," katanya.

Sementara, Sekdaprof Riau, SF Harianto mengatakan kelangkaan BBM akibat turun level PPKM di Pekanbaru.

"Jadi kebutuhan yang diplot BPH Migas itu terhadap realisasi dua bulan sebelumnya. Artinya kuota yang dimasukan itu pada saat Riau PPKM level 4. Dimana saat itu kendaraan bus dan truk tidak banyak beroperasi," katanya dikutip dari Mediacenterriau.

Baca Juga: BBM Langka di Pekanbaru Bikin Jalanan Macet, Sekuriti: Udah Sebulan Seperti Ini

"Saat ini Provinsi Riau sudah level 2. Artinya saat ini kendaraan kendaraan bus dan lainnya sudah banyak beroperasi di jalan. Kalau bus itu kan maksimum menggunakan BMM jenis solar sekitar 200 liter per bus. Atas kondisi itu, maka kebutuhan BBM sudah melebihi kuota yang diplot BPH Migas untuk kabupaten/kota se-Provinsi Riau," jelasnya.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Riau Masuk 10 Besar PON XX di Papua

Jumat, 15 Oktober 2021 | 16:54 WIB

Tegas! Sekolah Dilarang Jualan Seragam Siswa

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:50 WIB

Diskes Riau Klaim Angka DBD Turun Drastis

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:09 WIB

BBM Langka di Pekanbaru, Benarkah Akibat PPKM?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:02 WIB

Terpopuler

X