BBM Langka di Pekanbaru Bikin Jalanan Macet, Sekuriti: Udah Sebulan Seperti Ini

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:17 WIB
Kemacetan jalan dan antrean kendaraan akibat BBM langka. (haluanriau.co/M Ihsan Yurin)
Kemacetan jalan dan antrean kendaraan akibat BBM langka. (haluanriau.co/M Ihsan Yurin)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kelangkaan BBM, terutama jenis solar di Pekanbaru menyebabkan kemacetan.

Dari pantauan haluanriau.co di SPBU Jalan SM Amin, antrean mobil tampak membludak hingga ke jalanan. Hal tersebut membuat jalan menjadi macet.

Salah satu sekuriti, Wahyu, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung setidaknya satu bulan terakhir.

"Lebihlah seminggu, Bang. Udah sebulan kayak gini," katanya, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga: PBH Peradi Pekanbaru Jalin Kerjasama dengan PN Pekanbaru, Beri Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Tak Mampu

Wahyu menjelaskan, solar mulai masuk sejak pagi dan diedarkan kira-kira pukul 12.00 WIB. Namun, akibat kelangkaan, biasanya solar bakal langsung ludes pada sore hari.

"Ya ginilah. Jam 12 sudah mulai isi (ke konsumen). Cuma antre kayak gini terus. Nanti magrib udah habis. Besok lagi baru ada jam 12 lagi," tutur Wahyu.

Terkait pembludakan antrean hingga mengganggu jalan umum, Wahyu mengaku tak bisa berbuat apa-apa.

"Ya gimana ya, Bang. Kalau mau dimasukkan semua ke dalam (SPBU) jadinya malah susah. Nanti yang sudah antre marah kalau ada yang mendahului. Akhirnya ya kami biarkan aja di jalan itu, meskipun bikin macet. Memang itu jalan umum, mengganggu, cuma gimana lagi Bang," jelasnya.

Baca Juga: BBM Langka di Pekanbaru, Benarkah Akibat PPKM

Hal senada juga terjadi di salah satu SPBU di Arifin Achmad. Antrean bahkan hingga 300 meter panjangnya dan tentu saja, sampai ke jalan umum dan mengganggu pengendara yang lewat.

“Kelangkaan bahan bakar jenis bio solar sejak satu minggu terakhir. Karena pasokan dikurangi dari pemasok, jadi kami cuma menjual apa yang diberi ke kami,” ungkap Pengawas SPBU, Farhan Irwansyah dikutip dari Suara.com, Selasa (12/10/2021).

Farhan menyebut bahwa sebelumnya pasokan bio solar diberi sebanyak 16 ton, sekarang menjadi 8 ton bio solar.

“Kalau sekarang pasokan 8 ton per hari, biasanya kami minta 8 sampai 16 ton per hari,” jelas dia

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wanita Tua Tersasar di Kota Pekanbaru

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:51 WIB

Baru Gabung NasDem, KPK Kembali 'Garap' Annas Maamun

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:14 WIB

Disdik Tutup Dua Sekolah Swasta yang Abai Prokes

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:51 WIB

Ganti Kartu ATM BCA Lama Anda dengan yang Baru

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:31 WIB

Durasi Sekolah Tatap Muka Resmi Ditambah Jadi 4 Jam

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:53 WIB

Wali Kota Firdaus: Kita Sudah Bisa PPKM Level 1

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:37 WIB

Riau Masuk 10 Besar PON XX di Papua

Jumat, 15 Oktober 2021 | 16:54 WIB

Tegas! Sekolah Dilarang Jualan Seragam Siswa

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:50 WIB

Diskes Riau Klaim Angka DBD Turun Drastis

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:09 WIB
X