Meski Sudah Dirazia, Kegiatan Penambangan Emas Ilegal Masih Berlangsung di Kuansing

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 18:21 WIB
 (Istimewa/HR Yendri)
(Istimewa/HR Yendri)

HALUANRIAU.CO, KUANTAN SINGINGI - Operasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masih saja beroperasi di Desa Luai Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, pada hari Sabtu (09/10/21) Siang pukul 14:45 WIB.

Kegiatan penambangan liar itu berada di Sungai Kuantan, tepatnya di Hulu Arena Pacu Topian Saidina Ali, Desa Luai, Kecamatan Kuantan Mudik.

Setidaknya, 2 (Dua) Rakit Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) beroperasi tanpa menghiraukan masyarakat sekitar yang resah akan ulah aksi ilegal tersebut.

Aksi para penambang ilegal tersebut sempat di razia aparat Kepolisian Sektor Kuantan Mudik setelah adanya pemberitaan disalah satu media online pada 3 Oktober 2021 yang lalu.

Baca Juga: Berikut Ini 5 Artis Indonesia yang Dikabarkan Bertemu Orang Tua Kandung Saat Dewasa

Pada tanggal 4 Oktober 2021, Personil Polsek Kuantan Mudik secara cepat bergerak melakukan penyisiran dan melakukan patroli di Desa Luai dan sekitarnya sepanjang Sungai Kuantan Wilayah Hukum Kepolisian Sektor Kuantan Polres Kuantan Singingi.

Operasi tersebut dipimpin secara langsung oleh Kapolsek Kuantan Mudik Iptu Ferry Martianus Fadillah SH yang didampingi sejumlah personil lainya.

Alhasil, tidak ditemukan aksi para penambangan Emas Tanpa Izin tersebut beroperasi, yang mana penyisiran yang dilakukan mulai dari Desa Luai Kuantan Mudik hingga Teluk Beringin Gunung Toar.

Kendati demikian, aksi para penambang kembali beroperasi, meski sudah dilakukan patroli, penertiban, serta himbauan kepada para pelaku ilegal tersebut.

Baca Juga: Sudah Jual 3 Bayi, Dukun Beranak di Manado Diamankan Polisi

Sementara itu, Kapolsek Kuantan Mudik Iptu Ferry Martianus Fadillah SH, saat dikonfirmasi Haluanriau.co membenarkan aksi para pelaku PETI tersebut.

"Iya, namun sudah kita lakukan penertiban dan patroli oleh anggota Polsek dan dibantu oleh masyarakat, dan sekarang sudah tidak beraktivitas lagi," ujar Kapolsek Kuantan Mudik Iptu Ferry Martianus Fadillah SH.

Ferry menjelaskan, sulitnya untuk melakukan penertiban karena kurangnya sarana dan prasarana (Sarpras) seperti perahu guna untuk melakukan penertiban.

"Tidak ada perahu, agak sulit menjangkau pelaku, dan sudah kita tertibkan tadi pukul 16:00 WIB, dan kita juga sering berpatroli, bersama perangkat Desa,BPD dan sebagian masyarakat," ujar Kapolsek.

Halaman:
1
2

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X