Kecelakaan Yang Disebabkan Karena Kondisi Jalan Rusak, Korban Bisa Lakukan Hal Ini

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 11:20 WIB
Salah satu ruas jalan Provinsi Yang mengalami kerusakan di Kecamatan Tualang (Istimewa/HR Dolly)
Salah satu ruas jalan Provinsi Yang mengalami kerusakan di Kecamatan Tualang (Istimewa/HR Dolly)

HALUANRIAU.CO, SIAK - Kecelakaan lalulintas acap kali terjadi di jalan raya, hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kelalaian pengemudi, faktor kendaraan itu sendiri, faktor alam dan yang paling utama yaitu faktor jalan yang dilewati pengendara.

Terkhusus untuk di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, kecelakaan lalulintas kebanyakan terjadi akibat faktor jalan yang kurang baik.

Banyaknya ruas jalan yang rusak di Kabupaten Siak membuat pengendara harus ekstra berhati-hati dan waspada saat berkendara, karena dapat mengancam keselamatan  pengendara itu sendiri.

Minimnya perhatian pemerintah terhadap perbaikan jalan yang mengalami kerusakan di Kabupaten Siak menjadi momok yang menakutkan bagi setiap pengendara, karena sudah banyak korban yang mengalami kecelakaan yang diakibatkan kerusakan jalan yang memprihatinkan.

Baca Juga: Pekanbaru Sukses Juara Kejurda U14, Bukti Pembinaan Sepakbola Berjenjang Kelompok Usia Berjalan Baik

Anggota DPRD Siak dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) H. Gustimar Spd mengatakan, penyelenggara jalan wajib melakukan perbaikan pada jalan yang rusak. Jika tidak, penyelanggara jalan bisa dituntut ganti rugi sesuai dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Penyelenggara jalan yang tidak memperbaiki jalan rusak dan hal tersebut mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, maka dapat dihukum pidana dan dikenai denda. Hal itu tertuang dalam Pasal 273 ayat 1-4, ujar anggota DPRD Siak tiga priode itu.

"Itu yang menanggung pemerintah loh (penyelenggara jalan, red). Kalau yang jalan nasional ya pusat, kalau Provinsi ya Gubernur, kalau kabupaten/kota ya bisa wali kota dan bupati. Itu jelas dalam Pasal 273,” kata Bunda Gustimar saat bincang-bincang dengan Haluanriau.co, Jumat (8/10).

Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, pada Pasal 273 ayat 1 berbunyi, setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan rusak yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas sehingga menimbulkan korban luka ringan dan atau kerusakan kendaraan dan atau barang, dipidana dengan penjara paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp12 juta.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Siak Hadiri Peresmian Markas Kodim 0322/Siak.

Jumat, 26 November 2021 | 10:21 WIB
X