Saksi Akui Mantan Ketua DPRD dan Mantan Anggota DPRD Kuansing Terima Aliran Dana di Setdakab Tahun 2017

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 00:25 WIB
Sidang lanjutan kasus Korupsi sekdakab Kuansing, terkait pemeriksaan saksi di Pekanbaru (Istimewa)
Sidang lanjutan kasus Korupsi sekdakab Kuansing, terkait pemeriksaan saksi di Pekanbaru (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, KUANTAN SINGINGI - Sidang lanjutan perkara 6 (enam) kegiatan di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) APBD anggaran tahun 2017 kembali digelar pada Rabu(06/10/21).

Sidang lanjutan itu, digelar di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru Pukul 17:00 WIB dengan agenda pemeriksaan Saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Saksi yang di hadirkan JPU itu ialah mantan Plt Sekda Muharlius , Yuhendrisal, Hetty Herlina, Aprigo dan Fetri Nanda.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi Hadiman kepada Haluanriau.co melalui pesan WhatsApp pribadi miliknya.

Baca Juga: Menpora Pastikan Pertandingan PON Papua Tetap Berjalan Meski Ada Penyebaran Covid-19

"Benar, hari ini sidang lanjutan di 6 kegiatan Setdakab, dan saksi-saksi dari JPU di mintai kesaksiannya dipersidangan yang digelar di pengadilan Tipikor Pekanbaru," ujar Hadiman.

Dikatakan Hadiman, dalam pemeriksaan saksi Muharlius membenarkan laporan yang diberikan M Saleh terkait penyerahan sejumlah uang kepada mantan ketua DPRD tahun 2017 senilai Rp 90 juta dirumah pribadi Bupati aktif AP yang diserahkan kepada yang namanya Dino.

"Dari pengakuan saksi Muharlius membenarkan laporan M Saleh, terkait penyerahan uang kepada mantan ketua DPRD itu, dan sekarang bupati aktif yang diserahkan kepada Dino," terang Hadiman.

Selain itu, kata Hadiman, Muharlius, Hetty Herlina dan saksi Yuhendrisal juga mengakui menyerahkan sejumlah uang kepada 2 mantan DPRD Kuansing periode 2014-2019 MS dan RA.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X