Menjelang Pilpung, Inspektorat Siak Lakukan Pemeriksaan Reguler di 27 Kampung

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 19:53 WIB
Inspektorat lakukan pengukuran ulang pembangunan di Kampung Temusai. (haluanriau.co/Sugianto)
Inspektorat lakukan pengukuran ulang pembangunan di Kampung Temusai. (haluanriau.co/Sugianto)

HALUANRIAU.CO, SIAK - Menjelang Pemilihan Kepala Kampung (Pilpung) di Kabupaten Siak, Inspektorat melakukan pemeriksaan reguler di akhir jabatan penghulu yang akan mengikuti Pilpung.

Pemeriksaan itu dilakukan selama empat hari di kampung-kampung yang masa jabatan penghulunya sudah habis. Mulai dari pembangunan fisik, aset, dan lain-lain dari 2015 hingga 2021.

Kepala Inspektorat Siak, Faly Wurendarasto melalui Inspektur Pembantu Wilayah II Inspektorat Siak, Kharial Azmi mengatakan, sesuai dengan perintah surat tugas yang ia terima, inspektorat dimintakan oleh kepala daerah untuk mengaudit akhir masa jabatan penghulu dari 37 desa yang akan melaksanakan Pilpung tahun ini.

Baca Juga: Real Madrid Buka Suara Terkait Pembelian Kylan Mbappe

Ia melanjutkan, pemerintah meminta inspektorat untuk mengaudit untuk mengukur bagaimana pencapai di setiap desa itu selama enam tahun.

"Apakah sinkron tidak dengan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) dan RKP (Rencana Kerja Pemerintah)-nya, RKP dengan APBKam-nya," tuturnya kepada haluanriau.co, Selasa (6/10/2021) di Kantor Kampung Temusai.

"Karena masing-masing kepala desa dituntut untuk membuat laporan, minimal enam bulan sebelum masa jabatannya habis. Untuk itu, rangkuman dari semua kegiatan desa selama enam tahun nanti kami ukur. Setelah diukur, kami nanti akan analisa dan berikan masukan, kami berikan pertimbangan untuk perbaikan-perbaikan di masa datang," jelas prria berambut putih itu.

Lebih lanjut Azmi menyampaikan pada masa akhir jabatan, ada dua masa yang diperiksa.

Pertama 2015 sampai 2018, dan yang kedua karena pada 2019 dan 2020 tidak dilakukan pemeriksaan, jadi terhambat sehingga sekalian dilakukan pemeriksaan reguler sekaligus.

"Makanya kami lihat juga pelaksanaan anggaran 2019, 2020, dan 2021 bagaimana pengelolaan keuangannya yang dilakukan oleh kepala desa di masa akhir jabatannya itu," papar Azmi.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X