Terancam Lenyap, Badan Pengembang dan Pembinaan Bahasa Dokumentasikan Bahasa Daerah Sumatera Barat

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 11:37 WIB
Ilustrasi - Rumah gadang (Foto: realyusra dari Pixabay)
Ilustrasi - Rumah gadang (Foto: realyusra dari Pixabay)

HALUANRIAU.CO, SUMBAR - Indonesia merupakan negara maritim yang terdiri dari gugusan pulau pulau, kondisi geografis ini menyebabkan setiap daerah mempunyai keunikan masing-masing baik dari sisi budaya, sosial, dan bahasa.

Dilansir dari labbineka.kemdikbud.go.id ada 718 bahasa daerah di Indonesia yang telah terdata.

Karena begitu banyaknya bahasa di Indonesia, beberapa bahasa daerah dulunya eksis kini mulai lenyap.

Hal ini dikarenakan 30 tahun terakhir, makin banyak kosakata, frase, idiom, dan petatah-petitih bahasa daerah Minangkabau dan Mentawai di Provinsi Sumatera Barat yang tidak terpakai lagi. Padahal kedua bahasa tersebut merupakan bagian dari kekayaan daerah Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Endang Aminudin Aziz mengatakan, kebanyakan generasi muda Minangkabau sekarang tidak mengerti lagi dengan bahasa kiasan yang telah arkhais itu. Bahasa Minangkabau dinilainya penuh dengan metafora.

Baca Juga: Sekdako Minta Dinsos Pekanbaru Segera Selesaikan Data Calon Penerima BLT

Ia mencontohkan, anak muda Minangkabau tak seluruhnya paham arti "mangapik daun kunik" atau "mangapik kapalo harimau".

"Mereka akan bingung dan tidak mengerti. Kita tidak dapat menyalahkan mereka, karena basis kultural Bahasa Minangkabau ketika mereka hidup juga sudah berubah," tuturnya dalam keterangan pers, Selasa, 5 Oktober 2021.

Endang mengatakan, pihaknya berupaya mendokumentasikan kosakata bahasa daerah di Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X