Bupati Kampar: APBD Kampar tetap Diperuntukan Bagi Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi

- Kamis, 30 September 2021 | 21:12 WIB
Buapti Kampar, Catur memaparkan jawaban  pandangan Fraksi-fraksi Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Kampar Tahun 2021.
Buapti Kampar, Catur memaparkan jawaban pandangan Fraksi-fraksi Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Kampar Tahun 2021.

HALUANRIAU.CO, BANGKINANG KOTA - Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto menyampaikan jawaban pandangan fraksi-fraksi Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Kampar Tahun 2021. Hadir dalam sidang Paripurna tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs. Yusri, Ketua DPRD Kabupaten Kampar M.Faisal, Wakil Ketua DPRD Repol.

Bupati Catur penyampaian alokasi APBD tetap diperuntukkan bagi pemulihan ekonomi akibat Pandemi Covid 19 yang melanda Kabupaten Kampar. Catur juga memaparkan bahwa Kepala Daerah berkewajiban menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang telah di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kepada DPRD paling lambat 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir.

"Sebagaimana diatur pasal 320 ayat (1) Undang-Undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta memperhatikan Undang-Undang nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara," ungkap Catur dalam Rapat Paripurna yang digelar.

Bupati bergelar Datuok Ghajo Batuah ini juga merinci, dana transfer yang diterima Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar berasal dari dana Transfer Pemerintah Provinsi Riau berupa bantuan keuangan sebesar 33, 346 Miliar, sementara untuk Pendapatan daerah lainnya dari Pemerintah Pusat melalui Dana BOS sebesar 111, 813 Miliar, dan juga terjadi penurunan pendapatan asli daerah sebesar-besarnya 6,6 Miliar.

Catur Sugeng Susanto juga menyampaikan penurunan ini disebabkan masih rendahnya kesadaran wajib pajak Dalam membayar kewajibannya dan dampak Pandemi Covid 19 yang juga berpengaruh pada penurun Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak Hotel dan pajak restoran, rendahnya daya beli masyarakat berpengaruh kepada PAD.

Disisi lain Pemda juga telah meluncurkan program stimulus penghapusan denda administrasi PDP2, Pemerintah Daerah juga telah melakukan inovasi dan terobosan dalam rangka pengoptimalan Penerimaan PAD melalui pemanfaatan teknologi digital, seperti kemudahan membayar pajak, upaya jemput bola, melalui aplikasi gopay.

Ditambahkan Catur Sugeng program terbaru adalah peluasan kanal pembayaran pajak melalui Quick respon Indonesian standar dan saat ini Pemda Kampar juga menerapkan pajak cost mineral bukan logam dari proyek strategi nasional pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang.

Selanjutnya Catur Sugeng Susanto juga memaparkan untuk retribusi daerah, Pemda Kampar akan mengoptimalkan retribusi atas pengujian kendaraan bermotor serta akan mengoptimalkan retribusi izin pendirian bangunan Atau IMB.

Bupati Kampar juga menyampaikan upaya dalam meningkatkan PAD dengan langkah-langkah, melakukan optimalisasi peningkatan PAD melalui upaya Intensifikasi dan Ekstensifikasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah, melakukan kajian dan penghitungan potensi serta menggali sumber-sumber penerimaan PAD baru diseluruh wilayah Kabupaten Kampar.

Selanjutnya Bupati Kampar mengoptimalkan pelayanan pajak daerah secara online, untuk memudahkan pelayanan kepada wajib pajak serta mengurangi tatap muka secara langsung dengan wajib pajak di masa Pandemi Covid-19.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Tags

Terkini

X