Sidang Kasus Perusakan di Perumahan Karyawan PT Langgam Harmuni, Saksi Cerita Diusir Tanpa Ada Rasa Kemanusian

- Kamis, 30 September 2021 | 01:41 WIB
Saksi saat menceritakan keterangannya saat sidang berlangsung. (haluanriau.co/Amri)
Saksi saat menceritakan keterangannya saat sidang berlangsung. (haluanriau.co/Amri)

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Jaksa Penuntut Umum, Setrio Aji Wibowo menghadirkan empat saksi pada sidang lanjutan kasus perusakan di perumahan karyawan PT Langgam Harmuni di Desa Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kampar di Pengadilan Negeri Bangkinang dengan terdakwa, Hendra Sakti.

Saksi yang dihadirkan JPU adalah General Maneger (GM) PT Langgam Harmoni Karel, Penanggung Jawab Utama (PJU) PT Langgam Harmoni Basken Robert Manalu, Bindo dan Aprinaldi Security.

Dalam kesaksiannya, Basken mengatakan 300 lebih masa datang secara tiba-tiba ke PT Langgam Harmoni. Terdakwa, Hendra Sakti saat itu datang menghampirinya dan memperkenalkan dirinya, sambil mengatakan bahwa dirinya disuruh oleh Ketua Koperasi Petani Sawit Makmur (KOPSA-M).

"Saat masa itu datang saya di tempat, kami tidak tahu tiba-tiba orang itu (red-masa yang melakukan aksi perusakan) datang sekira pukul 18.00 WIB. Hendra Sakti saat itu menanyakan siapa pemimpinnya di sini, saya bilang saya, kemudian dia mengenalkan diri kepada saya, sambil mengatakan 'saya disuruh Ketua Koperasi," tutur Basken menceritakan di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: Dorong Digitalisasi UMKM, HIPMI Sumbar Gelar Webinar Bahas Manfaat Fintech

"Saat saya tanya memangnya ada apa urusan bapak ke sini? Dia langsung marah dan bentak saya, sambil mengatakan jangan banyak tanya," kisah Basken di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Ferdi.

Kemudian kata Basken, Hendra Sakti mengatakan kumpulkan semua karyawan perumahan, dan memberikan mereka waktu 15 menit untuk meninggalkan perumahan. Setelah itu pihak Hendra Sakti menyuruh mematikan lampu perumahan.

"Mendengar hal itu saya mengatakan, saya harus telpon pimpinan dulu. Kemudian saya menelpon pimpinan mengatakan bahwa ada orang demo. Namun terdakwa kembali marah, dia bilang kok lama sekali kamu nelpon, kami diancam dan dipaksa untuk meninggalkan perumahan," tutur Basken.

Basken mengaku dirinya dikelilingi masa dan tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan setiap mau jalan saja sebut dia, dikawal oleh masa sambil mendesak agar dirinya dan yang lainnya cepat meninggalkan perumahan.

Selanjutnya, karena ada karyawan yang tetap ingin bertahan di perumahan, dan dirinya mendengar salah satu masa yang mengatakan bakar saja sekalian. Sayangnya, dirinya tak tahu siapa orang tersebut.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X