Ketua Koperasi Tani Iyo Basamo Diduga Pimpin Rapat di Pekanbaru, Korban: Hakim Cabut Status Tahanan Kotanya

- Selasa, 21 September 2021 | 16:04 WIB
Hermayalis yang diduga berada di salah satu hotel di Kota Pekanbaru. (Istimewa)
Hermayalis yang diduga berada di salah satu hotel di Kota Pekanbaru. (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Hermayalis dikabarkan berada di Kota Pekanbaru beberapa hari yang lalu. Padahal yang bersangkutan berstatus tahanan kota dalam perkara dugaan kekerasan dalam rumah tangga dengan korban atas nama Idariyani, yang tak lain istrinya sendiri.

Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum Idariyani, Iskandar Halim pada Selasa (21/9/2021).

Pihaknya, kata Iskandar, mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan Hermayalis berada di salah satu hotel di Kota Pekanbaru.

Baca Juga: Luncurkan Aplikasi Baru BUNDA dan SIMPLE, DPMD Inhu Harapkan Percepatan Pemulihan Ekonomi

Tujuan Hermayalis pun, katanya guna mengikuti kegiatan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019-2021 Koperasi Tani Iyo Basamo. Di koperasi itu, Hermayalis menjabat sebagai ketua.

"Ada warga menyaksikan melalui rapat online. Ini pengakuan dari warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kampar," ujar Iskandar.

Sehubungan dengan hal itu, pihaknya merasa keberatan. Iskandar merasa heran melihat Hermayalis bisa leluasa berkeliaran di luar wilayah hukum Kabupaten Kampar.

"Kami Kuasa Hukum Idariyani, korban KDRT keberatan karena Hermayalis bisa leluasa keluar dari wilayah Kampar, dan memimpin rapat yang mana saat ini terdakwa sedang proses di Pengadilan Negeri Bangkinang," tuturnya.

Baca Juga: Turun ke Rokan Hilir, BNN RI Dikabarkan Ungkap 100 Kg Sabu

Untuk itu, pihaknya berharap agar majelis hakim mencabut status tahanan kota yang sebelumnya disematkan kepada Hermayalis. Hal itu, menurutnya, sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Hermayalis itu tahanan Kota Bangkinang. Tidak boleh keluar dari Kota Bangkinang, Kampar. Tapi dia melaksanakan rapat pada hari Minggu (19/9/2021) di Hotel Ayola Pekanbaru," ungkap Iskandar.

"Mohon kepada hakim yang menangani perkara terdakwa KDRT Hermayalis agar mencabut statusnya sebagai tahanan kota," sambungnya memungkasi.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X