Jaksa Tolak Eksepsi Terdakwa Hendra Sakti, Kasus Perusakan di Perumahan PT Langgam Harmuni

- Selasa, 14 September 2021 | 19:26 WIB
Jaksa Penuntut Umum Satrio Aji Wibowo bacakan tanggapan terhadap eksepsi terdakwa Hendra Sakti Effendi. (haluanriau.co/Amri)
Jaksa Penuntut Umum Satrio Aji Wibowo bacakan tanggapan terhadap eksepsi terdakwa Hendra Sakti Effendi. (haluanriau.co/Amri)

Sebagai tindaklanjut dari pertemuan tersebut saksi Asep Hendri Wibowo selaku Bendahara KOPSA-M diminta oleh Anthony Hamzah untuk mengirimkan uang tersebut ke rekening Bank BCA atas nama Hendra Sakti Effendi.

Baca Juga: Dinilai Bersalah Lakukan KDRT, Ketua KUD di Kampar Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Pertama dikirim uang sebesar Rp100 juta pada 3 Juli 2020. Tak lama kemudian dikirim lagi Rp100 juta. Pengiriman berturut-turut dilakukan masing-masing Rp100 juta dan Rp200 juta dengan total Rp600 juta.

Pada waktu yang telah ditentukan, terdakwa Hendra menemui Muslim (DPO) di Desa Buluh Cina dan meminta mengumpulkan massa untuk melakukan aksi di Perumahan PT Langgam Harmuni. Permintaan itu juga disampaikan terdakwa kepada Yasozarulo di Pekanbaru, dan Antoni Lala.

Pada Kamis (15/10/2020) sekitar pukul 13.00 WIB, terdakwa mengarahkan massa yang telah dikumpulkan untuk berkumpul di sebuah warung yang berada di Desa Buluh Cina. Setelah itu, terdakwa Hendra membagikan 50 helai kaos warna hijau bertuliskan Petani KOPSA-M, ke massa yang dibawa Muslim. Sore harinya datang massa dari Yasozatulo dan Antoni Lala.

Terdakwa Hendra meminta massa yang berjumlah ratusan orang itu berangkat menuju ke Perumahan PT Langgam Harmuni yang terletak di Jalan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu. Penyerangan dilakukan pada pukul 18.06 WIB.

Ratusan orang yang tidak diketahui identitasnya datang menggunakan bus, mobil dan sepeda motor. Selain itu di antara massa tersebut ada yang membawa linggis, egrek, tojok dan kayu. Mereka berkumpul di dekat portal Perumahan PT Langgam Harmuni.

Kemudian massa menyebar ke seluruh perumahan perusahaan tersebut dan melakukan pengancaman, merusak rumah dan ada juga yang membawa keluar barang-barang dari dalam rumah tersebut.

Karena ketakukan akhirnya para karyawan yang tinggal di perumahan tersebut pergi meninggalkan rumah dan menuju ke Balai Desa Pangkalan Baru untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KNPI Kampar Minta Agar PT Padasa Penuhi Hak Eks Karyawan

Senin, 20 September 2021 | 12:23 WIB
X