Polda Riau Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Covid-19 di Meranti

- Kamis, 9 September 2021 | 19:21 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. Relawan Lapor Covid-19 temukan penjualan vaksin individu. (Pixabay/Spencer Davis)
Ilustrasi vaksin Covid-19. Relawan Lapor Covid-19 temukan penjualan vaksin individu. (Pixabay/Spencer Davis)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau dikabarkan tengah mengusut dugaan penyimpangan anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2020. Di mana sebelumnya, perkara itu pernah diusut Kepolisian Resor (Polres) Meranti.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto tidak menampik hal tersebut. Ia mengatakan, saat ini perkara yang telah masuk dalam tahap penyidikan itu, ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

"Iya. Kami ambil alih penanganannya (dari Polres Meranti)," ujar Sunarto, Kamis (9/9/2021).

Dalam penanganan perkara itu, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya, dr Misri Hasanto, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kepulauan Meranti ini dimintai keterangan di Mapolres Meranti, Rabu (8/9/2021) kemarin.

Baca Juga: Ditemukan dengan Kaki Bengkak, BBKSDA Riau Tangkap Harimau yang Diduga Terkam Remaja di Teluk Lanus

Misri Hasanto merupakan saksi atas perkara dugaan korupsi pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang diberikan tugas menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus, atau sementara waktu dengan sengaja memalsukan buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk pemeriksaan administrasi.

Ia melanjutkan, hal itu nantinya digunakan untuk meyakinkan atau membuktikan di muka pejabat berwenang yang dikuasai karena jabatannya, dalam pemanfaatan rapid tes antibodi Covid-19. Hal itu sebagai pertanggung jawaban APBN 2020 di Kantor Kesehatan Pelabuhan II Pekanbaru ke Diskes Meranti. Hal ini, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Kota Jalur.

Untuk diketahui, penanganan perkara ini berawal dari laporan salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Kepulauan Meranti. Laporan itu terkait temuan dugaan penyalahgunaan wewenang serta dugaan korupsi oleh Diskes Meranti. Adapun temuan tersebut di antaranya dugaan pungutan biaya rapid test dan rapid antigen ilegal.

Baca Juga: Dua Hari PTMT Berjalan, Gubri Ingatkan Sekolah Patuhi Aturan Kementrian

Hal ini diusut karena bertentangan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 87 yang sesungguhnya hanya untuk BLUD RSUD. Akan tetapi, digunakan oknum pegawai Diskes sebagai dasar mengambil uang masyarakat atas jabatannya.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BNNP Riau Gagalkan Penyeludupan Narkoba via Bandara

Rabu, 8 Desember 2021 | 17:33 WIB
X