Putusan Kedua Terdakwa Kasus Ruang Pertemuan Hotel Kuansing, Belum Memenuhi Tuntutan Jaksa

- Jumat, 3 September 2021 | 23:10 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi Hadiman SH, MH
Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi Hadiman SH, MH

HALUANRIAU.CO,KUANTAN SINGINGI- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuantan Singingi, Hadiman SH, MH menyatakan jaksa penuntut umum kasus korupsi proyek ruang pertemuan Hotel Kuansing mengajukan banding atas putusan majelis hakim Tipikor PN Pekanbaru. Meski dua orang terdakwa dinyatakan bersalah dan divonis penjara, namun jaksa melihat putusan tersebut belum sesuai dengan tuntutan.

Dalam kasus ini, mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kuansing, Fachrudin telah divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Sementara, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), Alfion Hendra divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah atas dakwaan subsidair yakni pasal 3 Undang-undang Tipikor. Namun, terhadap dakwaan primair yakni pasal 2 jo pasal 18 UU Tipikor, majelis hakim menyatakan tidak terbukti.

"Jaksa mengajukan upaya hukum banding atas putusan hakim tersebut," kata Hadiman, Jumat (03/09/2021) sore.

Baca Juga: M Ricky Pratama, Perenang Asal Kuansing Peraih Mendali Emas Jakarta Open

Hadiman menyatakan putusan terhadap kedua terdakwa belum memenuhi tuntutan jaksa. Jaksa menuntut Fachrudin hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. Sementara tuntutan untuk Alfion yakni hukuman 6,5 tahun dan denda Rp 500 juta.

Selain itu, jaksa juga tidak menerima penetapan besaran kerugian negara dalam putusan hakim sebesar Rp 3,6 miliar. Karena menurut audit saksi ahli, kerugian negara mencapai Rp 5,05 miliar.

"Dua hal yang menjadi pertimbangan jaksa mengajukan upaya hukum banding. Yakni penerapan pasal serta perhitungan nilai kerugian negara dalam putusan hakim," terang Hadiman yang merupakan Kajari terbaik Ke-3 Se Indonesia dan Kajari Terbaik 1 Se-Riau dalam penanganan perkara korupsi.

Dalam kasus ini sebenarnya Kejari Kuansing telah menetapkan Robert Tambunan selaku Direktur PT. Betania Prima yang merupakan kontraktor ruang pertemuan Hotel Kuansing sebagai tersangka. Namun, Robert dinyatakan sudah meninggal dunia, kendati jaksa sempat meminta agar kerugian negara sebesar Rp 5,05 miliar dibebankan kepada mendiang Robert.

Baca Juga: Surati Kapolda, Warga Pekanbaru Ini Minta Perkara yang Dilaporkannya 4 Tahun Lalu Dilanjutkan

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Terkini

Polres Kuansing Tangkap Dua Pelaku Judi Togel Online

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 22:09 WIB
X