Sekda Kampar Mengakui Mobil Dinas Bupati Kampar Ada 5 Unit, Berikut Keterangannya

- Rabu, 1 September 2021 | 09:51 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar Yusri didampingi Kadis Kominfo, Yuricho Efril saat konferensi pers bersama wartawan  |  Istimewa
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar Yusri didampingi Kadis Kominfo, Yuricho Efril saat konferensi pers bersama wartawan | Istimewa



HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar Yusri, mengakui memang benar mobil dinas Bupati Kampar ada lima unit. Mobil itu terletak di rumah dinas Bupati Kampar.

"Iya, mobil dinas itu memang ada lima sama Bupati, kenapa ada lima, karna Bupati satu badan belum ada wakilnya sampai saat ini. Karena belum digeser hak wakil makanya masih full sama Kepala Daerah," kata Yusri saat menggelar konferensi pers bersama wartawan di kantin Kantor Bupati Kampar, Selasa (31/8).

Yusri menjelaskan bahwa 5 unit mobil itu adalah mobil untuk bupati 2 unit dan wakil bupti 2 unit masing - masing untuk jabatan dan operasional. Selain itu ada 1 unit mobil khusus untuk tamu.

"Mobil itu diletakkan dirumah dinas bupati karna lebih aman dan terjamin kapan dibutuhkan. Mobil itu stanby dan itu tidak digunakan," ujar Yusri.

Lanjut dia, terkait 56 kendaraan yang direncanakan akan dilakukan cek fisik oleh Pansus DPRD Kampar baru 33  yang berhasil dilakukan cek fisik. Sedangkan 23 unit lagi belum hadir namun keberadaannya jelas.

“Memang ada 23 unit yang tidak bisa kita tunjukan kemarin karena mobil itu mungkin sedang digunakan. Namun keberadaan mobil ini semuanya jelas dan terang keberadaanya dimana dan dengan siapa saja mobil tersebut,” tutur dia.

Yusri juga mengakui bahwa benar ada mobil dinas Pemda Kampar yang berada di Jakarta dan Yogyakarta.

"Memang ada mobil kita dua unit di Jakarta namun satu sudah kita tarik. Sedangkan untuk satu unit mobil yang berada di Yogyakarta nanti kami akan koordinasikan dengan kabag umum," ucapnya.

Ia menuturkan dengan adanya pansus aset DPRD Kampar ini. Aset Pemda Kampar akan lebih baik dan semakin tertib. Kalau nantinya ada yang susah untuk dipertanyakan Yusri menyarankan agar pansus bersurat ke pihak Kejaksaan atau Polres Kampar.

"Kalau nantinya pansus merasa ada hal yang sulit, seperti mobil tidak mau dikembalikan. Kami menyarankan pansus menyampaikan surat ke Polres Kampar atau Kejaksaan karena pemerintah daerah sudah melakukan MoU terkait masalah aset," pungkasnya.

Editor: Taufik Ilham

Terkini

X