Simalakama, Plus Minus PPKM dan Vaksinasi dan Harapan Masyarakat

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 21:24 WIB
Petugas Sat Lantas Polresta Pekanbaru bersama Dishub Kota Pekanbaru saat melakukan penyekatan diruas Jalan HR Subrantas Pekanbaru  |  Sumber:  celotehriau.com
Petugas Sat Lantas Polresta Pekanbaru bersama Dishub Kota Pekanbaru saat melakukan penyekatan diruas Jalan HR Subrantas Pekanbaru | Sumber: celotehriau.com

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4 di Kota Pekanbaru belum juga berakhir. Pemerintah Kota Pekanbaru masih berpedoman pada petunjuk yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Hampir seluruh pemerintah daerah pun masih bersikap wait and see kebijakan dari pemerintah pusat.

Langkah tersebut diambil lantaran kasus covid-19 di Tanah Air masih tinggi dengan menembus 3,4 juta kasus. Ancaman penularan kasus ini pun menyeruak ke luar Pulau Jawa dan Bali.

Memang sebuah keputusan yang dilematis diambil oleh pemerintah. Disaat ingin menyelamatkan masyarakat dari Pandemi Covid-19, disisi lain ekonomi masyarakat sangtat terganggu dengan kondisi saat ini.

Dalam masa perpanjangan PPKM yang ke sekian kalinya pengetatan masih berlaku, namun untuk pusat perbelanjaan atau mall sudah mulai bisa dibuka dengan penerapan prokes yang ketat. Namun sejumlah pengetatan aktivitas lainnya masih berlaku. Sejumlah perusahaan dalam sektor esensial atau kritikal masih bisa bekerja di kantor (work from office/WFO) dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Aktivitas dan kegiatan usaha masyarakat dibatasi. Sekolah dilaksanakan secara daring, objek wisata ditutup dan lain sebagainya.

Lantas bagaimana di akar rumput? Ya, masyarakat terbelah terkait harapannya soal perpanjangan PPKM level empat. Ada yang minta untuk diperpanjang mengingat angka penambahan pasien positif terus bertambah, tapi tak sedikit di antara mereka yang berharap PPKM level 4 tidak diperpanjang. Alasannya, soal penyekatan hingga perputaran ekonomi yang dinilai mengalami penurunan selama PPKM diberlakukan.

Namun dengan adanya PKKM Level IV ini tentu ada plus yang bisa didapat. Nilai plusnya, sejak PPKM, animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi meningkat tajam.

Namun sayang disaat masyarakat sudah memiliki antusias dan kesadaran yang tinggi untuk pentingnya vaksin, disaat itu pula terkadang ketersediaan vaksin sering sulit didapat.

Saat peruntukan bagi mereka yang belum vakisn atau vaksin pertama tersedia, untuk vaksin kedua tak tersedia. Vaksin kedua tersedia, vaksin pertama harus terhenti.

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menegaskan, perlu tidaknya perpanjangan PPKM tergantung dari kebijakan pemerintah. Kendati demikian, apabila tidak ada dukungan atau insentif sosial ekonomi kepada masyarakat, pihaknya meminta untuk tidak dipaksakan diperpanjang.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: Eka Buana Putra

Tags

Terkini

X