Warga Kutuk Keras dan akan Laporkan PT SIR Ke DLHK Terkait Penanaman Sawit Disepanjang Aliran Sungai

- Kamis, 23 Februari 2023 | 14:44 WIB
 (Dolly/HRC)
(Dolly/HRC)

HALUANRIAU.CO, SIAK - Penanaman pohon kelapa sawit di sepanjang sungai atau yang acap Kali disebut DAS (Daerah Aliran Sungai) merupakan suatu aksi kejahatan lingkungan.

Seperti halnya yang berlangsung di perkebunan PT SIR (Surya Intisari Raya) kebun sungai lukut. Kebun ini berada di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak dan Kecamatan Rumbai pesisir Kota Madya Pekanbaru.

Terlihat jelas PT SIR melakukan penanaman pohon kelapa sawit di sepanjang sungai lukut, sungai pulai, sungai kelabau dan sungai ukai hanya berjarak lebih kurang tiga meter dari bibir sungai tersebut.

Merujuk peraturan pemerintah (PP) nomor 38 tahun 2011 tentang sempadan sungai harus ada Bugferzonenya atau penyanggah sungai.

Pohon kelapa sawit yang berasal dari benua Afrika itu sangat subur jika ditanam di sepanjang bibir sungai, karena pohon kelapa sawit ini memiliki sifat sangat tinggi menyerap air. Apabila dipinggir sungai ditanami pohon sawit maka DAS akan kering dan tidak akan kuat untuk menyanggah tanah dan akan terjadi lahan yang tandus bahkan longsor di wilayah tersebut.

Menyikapi permasalahan lingkungan yang berlangsung di wilayah kebun PT SIR Sungai Lukut tersebut, haluanriau.co mencoba meminta tanggapan Kadis DLHK Provinsi Riau, Mamun Murod.

Mamun Murod mengatakan, menurut aturan yang berlaku wilayah DAS itu tidak boleh ditanami oleh pihak perkebunan kelapa sawit, untuk kepastiannya bisa dikirim petanya, beserta dilengkapi vidio, nanti akan kita pelajari terkait permasalahan itu.

“Kita akan kroscek dan pelajari, kewenangan siapa apakah DLHK Provinsi, atau Kabupaten yang mengeluarkan izin sebelumnya,” ujar Mamun Murod mengakhiri percakapan via telp seluler.

Terpisah, ketua Forum Pemuda Peduli Masyarakat Miskin (FPPMM) Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru bernama Danang, sangat mengutuk keras aksi penanaman kelapa sawit disepanjang DAS oleh PT SIR kebun sungai lukut.

Menurut Danang, DAS disepanjang Sungai Lukut, Kelabau, Pulai dan Sungai Ukai, dulunya merupakan daerah penghijauan. Akan tetapi sekarang tidak ada lagi tanaman selain kelapa sawit di areal tersebut.

Hal ini sudah jelas-jelas mengangkangi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, air sungai yang dulunya bersih sekarang menjadi keruh disertai terjadinya pendangkalan kedalaman air dan mematikan mata pencarian nelayan setempat yang menggantungkan hidup dari sungai tersebut.

"Kendati demikian, kontribusi untuk nelayan dan masyarakat tempatan tidak pernah ada dari PT SIR itu, mereka hanya mementingkan laba perusahaan mereka saja, sungguh mereka sangat kejam telah mematikan mata pencarian nelayan kami, dalam waktu dekat kami akan buat laporan resmi ke DLHK Provinsi Riau," tegas pemuda Rumbai Timur itu.

Baca Juga: Mantap, Inhu Kantongi Sertifikat Bebas Frambusia dari Kemenkes

 

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Santai PWI Siak Bertaburan Hadiah Menarik

Sabtu, 13 Mei 2023 | 10:27 WIB
X