Kemnaker: Upah Minumum Akan Naik di 2023, Namun Tidak Sampai 13%

- Senin, 31 Oktober 2022 | 14:25 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah (Youtube Sekretariat Presiden)
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah (Youtube Sekretariat Presiden)

HALUANRIAU.CO, BISNIS - Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenker) menyatakan upah minumim provinsi (UMP) akan naik pada tahun 2023. Hal ini karena memperhitungkan tingkat inflasi yang naik dan secara otomatis akan membuat biaya hidup semakin mahal.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah memberi sinyal positif soal upah minimum provinsi (UMP) 2023. Ida menyebut akan ada kenaikan UMP. Namun, ia masih merahasiakan besaran kenaikan tersebut.

"Ada beberapa (persen kenaikannya)," kata Ida dalam acara Festival Pelatihan Vokasi, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Minggu (30/10).

Kebijakan ini juga mempertimbangkan aspirasi para buruh yang menuntut agar upah buruh naik pada 2023 karena selama pandemi tidak ada kenaikan upah.

Klik di sini untuk mendapatkan voucher Pegadaian

Kenaikan UMP nantinya akan disesuaikan dengan inflasi negara saat ini, besaran kenaikan upah ini akan sejalan dengan inflasi dan kondisi ekonomi yang kemungkinan terjadi pada tahun depan. Selain itu hal ini juga mempertimbangkan pelaku usaha.

Upah minimum 2023 tidak akan naik hingga 13% seperti tuntutan buruh. Karena tingkat inflasi di Indonesia masi di kisaran angka satu digit.

Pengumuman resmi mengenai hal ini akan di sampaikan paling lambat tanggal 21 November 2022 dan ketetapan baru nantinya akan dilaksanakan 1 Januari 2023.

(Putri/HRC-MaG)

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bersiap! Kemenkeu Godok Pajak 'Kenikmatan'

Selasa, 10 Januari 2023 | 15:57 WIB
X