PT SKY Akan Bawa Energi Terbarukan Minim Karbondioksida Melalui Black Pellet

- Rabu, 15 Juni 2022 | 00:00 WIB
Pemencetan bel sirine oleh Ir. Andian Haryoko menandai satu tahun beriperasinya PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY) (Bilhaqi/HRC)
Pemencetan bel sirine oleh Ir. Andian Haryoko menandai satu tahun beriperasinya PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY) (Bilhaqi/HRC)

HALUANRIAU.CO, SIAK - Orang telah menggunakan energi biomassa — energi dari makhluk hidup — sejak “manusia gua” paling awal pertama kali membuat kayu bakar untuk memasak atau menghangatkan diri. Biomassa bersifat organik artinya terbuat dari bahan yang berasal dari organisme hidup, seperti tumbuhan dan hewan.

Bahan biomassa yang paling umum digunakan untuk energi adalah tumbuhan, kayu, dan limbah. Ini disebut bahan baku biomassa. Energi biomassa juga bisa menjadi sumber energi tak terbarukan.Biomassa mengandung energi yang pertama kali berasal dari matahari: Tumbuhan menyerap energi matahari melalui fotosintesis, dan mengubah karbon dioksida dan air menjadi nutrisi (karbohidrat).

Energi dari organisme ini dapat diubah menjadi energi yang dapat digunakan melalui cara langsung dan tidak langsung. Biomassa dapat dibakar untuk menghasilkan panas (langsung), diubah menjadi listrik (langsung), atau diolah menjadi biofuel (tidak langsung).

Hal inilah yang coba dilakukan oleh PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY) yang merupakan perusahaan Jepang yang saat berada di Riau dan berkantor di Pekanbaru.

SKY saat ini telah melakukan penelitian untuk mendapatkan energi terbarukan dari hasil pengolahan limbah sawit yang berasal dari Pabrik Kelapa Sawit.

Energi yang berhasil diteliti oleh pihak Jepang ini bahkan sudah diterapkan di negeri Sakura tersebut dan salah satunya adalah dengan menggunakan bahan baku Cangkang Sawit.

Pemotongan tumpeng menandai satu tahunnya PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY) (Bilhaqi/HRC)
Satu tahun keberadaannya di kawasan Pelabuhan Industri Buton, PT Sky pada Selasa (14/6) melaksanakan syukuran dan pengenalan mesin baru Black Pellet yang dilaksanakan di di area PT SKY yang beralamat di kawasan Pelabuhan Indrustri Tanjung Buton, Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Hadir dalam kegiatan tersebut pihak Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Ir. Andian Haryoko; perwakilan dari Gubernur Riau yakni Kepala UPT Industri Logam Disperindagkop Riau, Jon FL Dongoran; Asisten Administrasi Umum Sekdakab Siak, Jamaludin; CEO PTPN 5, Sujatmiko; Direktur Pelabuhan PT Samudera Siak, Jufrizal dan undangan lainnya.

Saat ini, PT SKY sudah mengekspor sedikitnya 44 ribu metric ton cangkang sawit ke Jepang dalam empat kali pengapalan sejak dilaksanakannya pertama kali di tahun 2021 lalu sebanyak 10.600 metric ton.

Pihak PT SKY, Yamasitha mengungkapkan konsumsi energy di Amerika Serikat, Jepang dan negara negara eropa dan Asia Timur sangatlah besar.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X