Akibat Babi di China, Harga Kedelai Dunia Makin Mencekik Pengrajin Tahu dan Tempe

- Minggu, 20 Februari 2022 | 19:22 WIB
Ilustrasi babi (Christopher Carson)
Ilustrasi babi (Christopher Carson)

HALUANRIAU.CO, PANGAN - Para pengrajin tahu dan tempe di Indonesia berencana untuk menggelar aksi mogok produksi bahan pokok yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menyebutkan bahwa salah satu penyebab dari tingginya harga kedelai secara global yakni babi yang ada di China.

Ia menceritakan bahwa pada tahun lalu pihaknya memperkirakan bahwa produksi kedelai yang ada di negara Amerika Selatan seperti Argentina dan Brazil akan meningkat, namun prediksi tersebut tidak sesuai dengan prakiraan.

Disisi lain, menurut Oke sekitar dua tahun yang lalu, saat negara Tirai Bambu, China diterpa flu babi membuat mereka terpaksa harus mereformasi peternakan babi negaranya.

Baca Juga: Polres Inhil Tangkap Pelaku Dugaan Penggelapan di PT SAGM Surya Dumai

Hal tersebut di wujudkan dengan membuat SOP dimana China memborong kedelai yang merupakan pakan dari babi itu sendiri di pasaran.

Mengetahui produksi kedelai Argentina dan Brasil yang turun membuat China beralih memborong kedelai asal Amerika Serikat.

Indonesia sendiri sangat bergantung kepada Amerika Serikat terhadap kebutuhan kedelai dalam negerinya.

"China beralih ke Amerika diborong. Kedelai kita itu untuk tahu tempe biasanya dari Amerika. Karena diborong harga melonjak, ditambah pandemi," ujarnya.

"Pandemi itu biaya logistik naik empat kalilipat. Sehingga harga kedelai naik, dan jatuhnya kedelai di kita naik," terangnya.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: detik.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Budidaya Tanaman Cabe Pelangi bagi Pemula

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 15:53 WIB

Harga TBS Sawit Turun Rp50,68 per Kg

Rabu, 12 Februari 2020 | 13:11 WIB

Harga CPO Mulai Bangkit

Rabu, 5 Februari 2020 | 08:50 WIB

2020, Dana Pungutan Sawit Diinvestasikan di SUN

Senin, 20 Januari 2020 | 11:12 WIB
X