4 Perusahaan Raksasa China yang Sengah Dikejar Hutang dan Hampir Bangkrut

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:01 WIB
Ilustrasi perusahaan bangkrut (Cbsa Nagy/Pixabay)
Ilustrasi perusahaan bangkrut (Cbsa Nagy/Pixabay)

HALUANRIAU.CO, DUNIA - Real estate adalah sebuah istilah yang memiliki terjemahan lahan yanan dalam bahasa Indonesia. Bagi masyarakat umum real estate dikenal sebagai suatu bisnis perumahan, gedung dan bangunan lain.

Lahan yanan ini juga mencakup luas bidang tanah yang masih dalam program untuk dijadikan tempat bangunan perumahan, gedung, sekolah dan lain sebagainya.

Empat perusahaan raksasa properti China berikut tengah mengalami masalah karena industri real estat di negara tersebut yang sangat bergejolak dengan cepat.

Baca Juga: BTS Jadi Sosok Ketiga Paling Berpengaruh di Korea Selatan Tahun 2021

Berikut nama empat perusahaan tersebut:

1. Evergrande

Gagal bayang utang Evergrande tengah menjadi perbincangan, perusahaan itu memiliki utang US$ 300 miliar atau Rp 4.290 triliun pada akhir september. Saham Evergranade pun turun sekitar 80% tahun ini.

2. Fantasia

Pengembang apartemen mewah Fantasi Holdings dilaporkan gagal membayar utang US$315 juta atau Rp 4,5 triliun, utang itu terdiri dari pembayaran obligasi dan pinjaman kepada Country Garden. Saham perusahaan turun hingga 60% tahun ini.

Baca Juga: Startup Disarankan Beri Suntikan Investasi Awal, Dirut Celios Khawatir Berdampak pada Negara

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ulama MUI Sepakat Uang Kripto Haram Hukumnya

Kamis, 11 November 2021 | 15:09 WIB
X