Menaker Tanggulangi Pengangguran dengan Program Magang ke Luar Negeri

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 18:20 WIB
Menaker, Ida. (Instagram/idafauziyahnu)
Menaker, Ida. (Instagram/idafauziyahnu)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Angka pengangguran setiap tahunnya di Indonesia menaiki tangga chart yang tajam, terutama saat pandemi.

Pengangguran merupakan tantangan besar Indonesia untuk menekan angka kemiskinan. Tingginya angka pengangguran menjadi problematika yang harus ditanggulangi.

Pihak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) bersama tim mengusung ide alternatif
untuk penekanan angka pengangguran.

Ida Fauziyah diketahui melalui unggahan Instagram Kemenaker telah melangsungkan sosialisasi 'Pemagangan Luar Negeri' pada Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Angkat Berat Riau Masih Berpeluang Menambah Medali Emas Riau, Satu Pemecah Rekor

Acara tersebut berlangsung di di Hotel Mercure Samarinda. Pembukaan ditandai dengan tabuhan bedug oleh Menaker, Ida Fauziyah.

Dalam sosialisasinya, Ida selaku menteri menyebutkan program pemagangan luar negeri tersebut sebagai alternatif menekan angka pengangguran.

"Kita punya keinginan pengangguran bisa kita tekan salah satu alternatifnya adalah melalui pemagangan," ucap Ida.

Namun Ida menjelaskan bahwa program magang tersebut bukanlah pemberian kerja murah, melainkan proses pelatihan.

Diungkapkan olehnya, bahwa nantinya peserta program magang luar negeri tersebut ditempatkan di perusahaan besar.

Baca Juga: Pengumuman Rekrutmen PT KAI 2021 Tahap 1, Berikut Alur Tahapan Seleksi Selanjutnya

Tujuannya agar peserta bisa belajar dan memahami situasi nyata pekerjaan dalam sebuah perusahaan.

"Jadi pemagangan itu bagian dari pelatihan. Pemagangan bukan untuk mendapatkan tenaga kerja murah secara terselubung, bukan. Pemagangan adalah bagian dari proses pelatihan," ucap Ida.

Selanjutnya, Ida menyatakan program tersebut telah menghasilkan individu yang mampu bekerja di dalam atau luar negeri.

Selain itu, program magang luar negeri juga telah lama diselenggarakan.

Pemagangan luar negeri, khususnya ke Jepang sudah berlangsung sejak 1993 dan hingga saat ini peserta yang sudah dikirim ke Jepang mencapai 85.415 orang peserta.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ulama MUI Sepakat Uang Kripto Haram Hukumnya

Kamis, 11 November 2021 | 15:09 WIB
X