Besok, Fenomena Tengah Hari Lebih Cepat Melanda Indonesia

- Rabu, 2 November 2022 | 15:10 WIB
Jangan kaget! Besok siang hari akan lebih cepat, apa dampak dan penyebabnya bagi manusia? Begini kata BRIN (Pexels/Pixabay)
Jangan kaget! Besok siang hari akan lebih cepat, apa dampak dan penyebabnya bagi manusia? Begini kata BRIN (Pexels/Pixabay)

HALUANRIAU.CO, BERITA - Tanggal 3 November fenomena tengah hari lebih cepat akan terjadi. Kejadian ini merupakan fenomena tahunan yang muncul dikarenakan nilai perata waktu yang lebih besar sehingga matahari akan berkulminasi (berada di puncak tertinggi) lebih awal dibandingkan hari biasanya.

Secara umum, dampak tengah hari lebih awal akan menyebabkan waktu terbit Matahari lebih cepat. Bagi umat muslim, waktu shalat duha (saat ketinggian Matahari mencapai +4,5° atau sepenggalah) maupun waktu subuh sekaligus awal fajar astronomis (akhir malam astronomis) yang lebih cepat dibandingkan hari-hari lainnya, terutama bagi wilayah selatan Indonesia.

Perata waktu adalah selisih antara waktu matahari sejati dengan waktu matahari rata-rata. Perata waktu ini dipengaruhi oleh dua faktor yakni, kemiringan sumbu bumi dan kelonjongan orbit bumi.

Dilansir dari validnews Nilai minimum deklinasi saat ini adalah −23,44° derajat, sedangkan nilai maksimumnya adalah +23,44°. Kedua nilai ini didasarkan kemiringan sumbu rotasi Bumi terhadap garis tegak lurus ekliptika sebesar 23,44°.

Kemiringan sumbu rotasi Bumi senantiasa berubah dengan periode 41.000 tahun; yakni 22,1° di tahun 8700 SM dan 24,5° di tahun 11800 M mendatang. Siklus ini disebut juga Siklus Milankovitch.

Orbit Bumi yang lonjong membuat Bumi di satu waktu berada pada titik terdekat dari Matahari, disebut juga perihelion, dan di waktu lain berada pada titik terjauh dari Matahari, disebut juga aphelion.

Baca Juga: SKK Migas dan EMP Bentu Ltd Salurkan Gas Perdana ke PT PGN di Pangkalan Kerinci

Saat harga mutlak deklinasi Matahari berkurang (Juni-September dan Desember-Maret), Matahari akan berkulminasi lebih lambat. Sedangkan saat harga mutlak deklinasi Matahari bertambah (September-Desember dan Maret-Juni), Matahari akan berkulminasi lebih cepat.

Sementara saat Bumi menjauhi titik perihelion menuju aphelion (Januari-Juli), Matahari akan berkulminasi lebih lambat. Sedangkan saat Bumi menjauhi titik aphelion menuju perihelion (Juli-Januari), Matahari akan berkulminasi lebih cepat. Kombinasi dari kedua faktor inilah yang membuat Matahari akan berkulminasi lebih cepat pada September-Desember dengan puncaknya pada 3 November.

Di 3 November 2022 besok, Nilai perata waktu ketika tengah hari di Indonesia adalah +16 menit 27 detik. Untuk menentukan kapan tengah hari dalam waktu lokal, dapat menggunakan rumus: Tengah Hari = 12 + Zona Waktu – Perata Waktu – Bujur/15.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Artikel Terkait

Terkini

Curhatan Adele: Nyeri Panggul Parah

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:04 WIB

Putra Siregar Digugat Cerai

Kamis, 29 Desember 2022 | 16:15 WIB

Pak Ogah Meninggal Dunia

Rabu, 28 Desember 2022 | 21:40 WIB

Nadia Mulya Gugat Cerai Sang Suami

Rabu, 21 Desember 2022 | 17:44 WIB
X