Puasa Sunnah Tarwiyah Jatuh Pada 8 Juli 2022, Berikut Niatnya

- Kamis, 7 Juli 2022 | 21:27 WIB
Keutamaan puasa Sunnah Tarwiyah  (Foto: Pixabay )
Keutamaan puasa Sunnah Tarwiyah (Foto: Pixabay )

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Puasa sunnah Tarwiyah jatuh pada 8 Dzulhijjah 1443 H atau didalam kalender masehi jatuh pada Jum'at (8/7/2022) besok.

Dikutip dari Detik, Menurut Dr. Muhammad Utsman Al-Khasyt dalam buku 'Haji dan Umrah Wanita' menjelaskan bahwa istilah Tarwiyah mengandung arti bekal air.

Maksudnya dari Tarwiyah tersebut merujuk kepada para jemaah haji yang tengah membawa air zam-zam sebagai bentuk persiapan melakukan Mina dan Padang Arafah di tanggal 8 Dzulhijjah atauh hari Tarwiyah.

"Ketika telah tiba hari Tarwiyah, mereka (Nabi Muhammad SAW dan para sahabat) bertolak menuju Mina seraya berihram untuk haji," (HR Muslim).

Amalan Puasa Tarwiyah menurut Ibnu Abbas RA sama seperti menghapus dosa selama setahun.

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

Artinya: "Puasa hari Tarwiyah menghapus dosa setahun dan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun," (HR Ibnu Hibban).

Puasa Tarwiyah termasuk dalam puasa bulan Dzulhijjah yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diceritakan dari Hafshah bin Umar bin Khattab RA,

عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

Artinya: Dari Hafshah RA, ia berkata, "Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum Subuh," (HR Ahmad dan An Nasa'i).

Baca Juga: Menkumham Yasonna Laoly: UU Pemasyarakatan untuk Perkuat Keadilan Restoratif

Untuk meneladani amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW sekaligus meraih keutamaan di dalamnya, amalan sunnah ini juga perlu diiringi dengan pengamalan tata cara dan bacaan niat puasa Tarwiyah yang tepat.

Niat puasa Tarwiyah sendiri tidak harus dibaca pada malam hari sebelum berpuasa sebagaimana puasa ramadhan. Hal tersebut didasari pada keterangan hadis yang diceritakan Aisyah RA:

هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ غَدَاء ؟ فقُالْنَا: لاَ. قَالَ: فَإِنيِّ إِذاً صَائِم

Artinya: "Nabi SAW masuk kepadaku pada suatu hari dan beliau bertanya, 'Apakah ada sesuatu padamu (makanan yang bisa dimakan)? Aku menjawab, 'Tidak ada,' Beliau berkata, 'Maka sesungguhnya aku puasa,'" (HR Muslim).

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: detik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alasan Gen Halilintar Absen di Acara Tedak Sinten Ameena

Senin, 26 September 2022 | 15:52 WIB

Fakta Album Terbaru Black Pink 'Born pink'

Kamis, 15 September 2022 | 17:01 WIB
X