Sahkan Penggunaan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran pada September Tahun Lalu, Ekonomi El Salvador Semakin Kacau

- Senin, 24 Januari 2022 | 19:23 WIB
Ilustrasi Bitcoin (QuinceCreative on Pixabay)
Ilustrasi Bitcoin (QuinceCreative on Pixabay)

HALUANRIAU.CO, INTERNASIONAL - Percaya diri mengadopsi Bitcoin, Presiden El Salvador, Nayib Bukule berencana membangun Kota Bitcoin untuk membuat negara di Amerika Tengah itu jadi “pusat keuangan dunia”.

Namun, sejak mengesahkan penggunaan Bitcoin pada September 2021 lalu, El Salvador saat ini justru berada di ambang kehancuran ekonomi.

Rencana tersebut justru menghambat ekonomi mereka. Bank, pertokoan hingga para penduduk dipaksa untuk menerima Bitcoin jadi mata uang legal saat saat mereka belum familiar.

El Salvador bahkan jatuh semakin dalam saat Bukule melobi International Monetary Fund (IMF) untuk pinjaman 1,3 miliar dolar AS, menurut laporan Fortune.

Baca Juga: Dinilai Tak Sopan, ASN di Cianjur Aniaya Pegawai Honorer

Bahkan tak lama setelah rencana Kota Bitcoin diumumkan pada November lalu, obligasi negara turun dari 75 sen menjadi 63 sen semalam dan sekarang menjadi 36 sen.

Dalam lima bulan terakhir sejak secara resmi mengadopsi Bitcoin sebagai alat bayar yang sah, para ahli memperkirakan bahwa sovereign credit atau kredit berdaulat negara itu empat kali lebih buruk daripada sebelumnya.

Keadaan El Salvador juga diperparah dengan turunnya harga Bitcoin, dari 60 ribu dolar AS saat El Salvador mulai mengadopsinya dan sekarang telah jatuh ke di bawah 40 ribu dolar AS.

Steve Hanke, Profesor Ekonomi di Johns Hopkins University mengatakan, El Salvador saat ini utang luar negerinya paling tertekan di dunia dan itu karena kebodohan Bitcoin ini. Pasar berpikir bahwa Bukele sudah gila dan memang benar demikian.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UAS Dideportasi Dari Singapura, Ada Apa?

Selasa, 17 Mei 2022 | 14:07 WIB
X