Merasa Tak Sanggup Urus Negara, Presiden Armenia Mengundurkan Diri

- Senin, 24 Januari 2022 | 16:55 WIB
Presiden Armenia, Armen Sarkissian mundur dari jabatannya
Presiden Armenia, Armen Sarkissian mundur dari jabatannya

HALUANRIAU.CO, INSTERNASIONAL - Presdien Armenia, Armen Sarkissian mengundurkan diri pada Ahad (23/1) waktu setempat. Masa jabatan Sarkissian akan berakhir pada 2025 setelah ia terpilih sebagai presiden pada 2018.

Dalam pernyataan tertulisnya Sarkissian mengatakan, bahwa dia tidak lagi memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mempengaruhi proses radikal kebijakan dalam dan luar negeri di masa-masa sulit bagi negara dan bangsa.

Sarkissian juga menambahkan bahwa dia dan kerabatnya telah menjadi sasaran beberapa kelompok politik.

"Saya berpikir lama dan memutuskan untuk mundur sebagai Presiden Republik setelah aktif bekerja selama sekitar empat tahun. Keputusan ini sama sekali tidak emosional, ini mengikuti logika tertentu," katanya.

Baca Juga: Polres Kampar Tidak Hadir, Sidang Praperadilan Ketua Kopsa-M Anthony Hamzah Ditunda

Sarkissian memang berselisih dengan Perdana Menteri Nikol Pashinyan tahun lalu karena sejumlah masalah, termasuk pemecatan kepala angkatan bersenjata. Peran perdana menteri dipandang lebih kuat daripada presiden di negara tersebut.

"Pertanyaan yang mungkin muncul adalah mengapa Presiden gagal mempengaruhi peristiwa politik yang membawa kita ke krisis nasional saat ini. Alasannya jelas lagi, kurangnya alat yang tepat, Konstitusi. Akar dari beberapa potensi kita masalah tersembunyi dalam Hukum Dasar saat ini," katanya.

Pada referendum Desember 2015, Armenia menjadi republik parlementer, sementara kekuasaan presiden secara signifikan dibatasi. Sarkissian dalam pernyataannya tidak secara langsung merujuk pada peristiwa atau isu tertentu.

Armenia menyetujui gencatan senjata dengan Azerbaijan November 2021 di perbatasan mereka. Hal ini diperoleh setelah Rusia mendesak mereka untuk mundur dari konfrontasi menyusul bentrokan paling mematikan sejak perang enam minggu pada 2020 ketika Moskow juga menengahi kesepakatan damai untuk mengakhiri permusuhan.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UAS Dideportasi Dari Singapura, Ada Apa?

Selasa, 17 Mei 2022 | 14:07 WIB
X