Jadi Pembicara di Forum SKK Migas Rasidah Alfedri Sebut Atasi Stunting Perlu Kerjasama Semua Pihak

- Kamis, 25 November 2021 | 15:45 WIB
 (Istimewa)
(Istimewa)


HALUANRIAU.CO, BATAM - Dinilai aktif dalam pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di Kabupaten Siak, Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Rasidah Alfedri di tunjuk menjadi pembicara pada kegiatan Northen Sumatera Forum SKK Migas - KKKS Wilayah Sumbagut.

"Hari ini saya dipercaya menjadi narasumber kegiatan Northen Sumatera Forum SKK Migas - KKKS Wilayah Sumbagut, yang berlangsung di Kota Batam. Saya mengucapkan terimakasih kepada SKK Migas yang percayakan saya berbagi informasi, pengetahuan terutama masalah stunting di forum ini," kata Rasidah, di Batam, Kamis (25/11/2021).

Materi yang ia paparan dengan tema "strategi dan kolaborasi yang efektif dalam pelaksanaan kegiatan program community development dalam mengatasi masalah stunting".

Stunting adalah kegagalan seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal disebabkan dampak dari kekurangan gizi secara kumulatif dan terus menerus.

Baca Juga: Selamatkan Lahan Gambut, DLHK Sinergi dengan Instansi, Masyarakat dan NGO

Ia menjelaskan, stunting bukanlah hal yang aneh lagi, karena ini sudah termasuk issu nasional apa lagi berhubungan dengan generasi muda. Dari data yang di dapat Jumlah stunting di indonesia repalensinya mencapai 27,7 persen.

Artinya jika ada 4 orang anak yang lahir satu di antaranya terkena stunting. Jumlah stunting di indonesia ini ada 8 juta lebih balita  stunting. Ini jauh lebih tinggi dari data WHO yang hanya jumlah stuntingnya hanya 20 persen.

Lanjutnya, dampak jangka pendek pertumbuhan otak anak terhambat, dampaknya kecerdasan anak berkurang. Sementara jangka panjang karena pertumbuhan otak anak ini, terhambat tentu kemampuan atau prestasi anak di sekolah juga berkurang yang mengakibatkan anak mudah sakit.

"Kira-kira apa penyebap dari stunting itu, ada empat faktor penyebapnya. Pertama pola asuh dari orang tua yang kurang tepat, dua akses terhadap makanan bergizi, ketiga kurangnya kesadaran masyarakat perilaku hidup bersih dan sehat, terutama akses air bersih dan jamban yang sehat, ke empat kurangnya layanan kesehatan," paparnya.

Baca Juga: Spesialis Maling Rumah Kosong Menangis Saat Digelandang ke Mapolsek Bukit raya

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bens Leo Tutup Usia Akibat Infeksi Covid-19

Senin, 29 November 2021 | 11:58 WIB

Imam Mushola Cabuli Gadis 12 Tahun Hingga 2 Kali

Sabtu, 27 November 2021 | 14:36 WIB

Sempat Tertunda, Velove Vexia Resmi Lepas Masa Lajang

Selasa, 23 November 2021 | 20:29 WIB
X