Suplai PLN Diisukan Pakai Batu Bara Murahan dan Ilegal, Kardaya Sebut: Gak Bisa Ditawar

- Senin, 15 November 2021 | 18:37 WIB
Ilustrasi (Pok rie on Pexels)
Ilustrasi (Pok rie on Pexels)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - PLN merupakan Badan Usaha Milik Negara yang diberdayakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diisukan pakai barang murahan.

Penyedia energi seperti PLN disebutkan oleh Anggota Komisi VII Kardaya Warnika sebagai urusan penting dalam negeri untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pasalnya PLN dibawah naungan BUMN diduga praktik gelap dengan penggunaan batu bara yang lebih murah dan bahkan illegal.

Kardaya mengetahui kinerja PLN tersebut menyebutkan bahwa stok energi haruslah bisa mengamankan rakyat sebab dikategorikan sebagai kebutuhan utama yang menunjang produktivitas.

Baca Juga: Belum Mengabdi 225 Peserta CPNS Diduga Menang Curang di Tes SKD, Nasib ASN Ditangan BKN

"Masalah energi itu yang penting tersedia dan kedua harga. Ketersediaan energi untuk dalam negeri tidak bisa ditawar. PLN harus bisa mengamankan pasokannya agar kebutuhan energi primer terjamin dan terjaga," ujar Kardaya (15/11/2021).

Kardaya menjelaskan bahwa sumber energi yang baik memerlukan kualitas bahan yang sesuai hingga ketersedian energi mampu menutupi seluruh bagian daerah secara merata.

Hal tersebut diungkap daya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Dirjen Minerba Kementerian ESDM dan Dirut PT PLN (Persero) di Gedung Nusantara I, Senin (15/11/2021).

Penawaran produksi PLN dengan penggunaan batu-bara yang murah dan illegal menjadi hal yang diperdebatkan oleh Kardaya dalam perbincangan tersebut.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Riesca Rose: Saya Bukan Selingkuhan Sule!

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:10 WIB
X