Di ITPC Dubai, Brian Putra Bastara Dorong Ekspor Kopi dan Rempah Sumbar ke Mesir

- Jumat, 5 November 2021 | 21:24 WIB
Pengusaha Muda Indonesia berada di ITPC Dubai untuk mendorong ekspor ke Timur Tengah (Istimewa)
Pengusaha Muda Indonesia berada di ITPC Dubai untuk mendorong ekspor ke Timur Tengah (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, SUMBAR - Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Sumbar mendorong ekspor kopi besar-besaran ke Mesir. Saat ini, Mesir sedang membutuhkan banyak stok kopi dan rempah-rempah.

Dorongan ekspor ini merupakan tindaklanjut kunjungan Ketua Umum HIPMI Sumbar, Brian Putra Bastara ke Indonesia Trade Promotion Center (ITCP) yang ada di Dubai.

“HIPMI Sumbar yang difasilitasi Ketum BPP HIPMI, Mardani H Maming bertemu dengan Dirjen Pengembangan Eksport Nasional Kementrian Perdagangan, Didik Sumedi. Pertemuan dihelar di ITPC Dubai. Hasilnya positif untuk Sumbar,” terang Brian dalam keterangan tertulisnya yang diterima Haluanpadang.com, Jumat (5/11/2021) sore.

Dijelaskan Brian, dalam pertemuan itu terungkap kalau Mesir saat ini butuh kopi dan rempah yang cukup banyak. Kopi asal Sumbar bisa memenuhi kebutuhan Mesir itu. “Makanya kita dorong pemerintah daerah dan pengusaha untuk mengekspor kopinya ke Mesir. HIPMI hadir sebagai pembuka jalan,” terang Brian.

Baca Juga: Brian Putra Bastara: Nasi Padang jadi Identitas Indonesia Paling Digemari di Expo Dubai

Sebagai pembuka jalan, menurut Brian, HIPMI diberikan akses dan jaringan oleh Mardani H Maming untuk berkomunikasi dengan penampung kopi dan rempah.“Mardani H Maming sangat care dengan pengusaha-pengusaha lokal, dan petani, termasuk pengusaha dan petani Sumbar. Akses ekspor kopi ini sebagai bentuk kepedulian beliau,” tutur Brian.

Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat, sampai September 2020, volume ekspor Kopi Minang sudah tembus 275 ton, dan nilainya diperkirakan sebesar  Rp6,45 miliar. Selain dijual di pasar lokal, Kopi Minang juga diminati pasar ekspor. Diantara pasar ekspor Kopi Minang adalah,  Malaysia, Korea Selatan, Hongkong dan beberapa negara Timur Tengah.

Perkebunan di Sumatera Barat, khususnya kopi tersebar di tujuh sentra produksi kabupaten. Seperti, Agam, Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Pasaman, Limapuluh Kota dan Pasaman Barat.

Jenis kopi Sumbar yang diperdagangkan dengan nama dagang Solok Rajo, Lasi, Robusta/Arabica Equator Talu, Kopi Kajai Spesialty, Charmintoran Coffee, Kopi Payo dan lain-lain untuk mendapat pengakuan spesifik dari (IG).

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X