Sadis! Jantung Koroner Jadi Penyakit Kebanyakan 'Orang Kota' di Indonesia

- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 15:17 WIB
Ilustrasi penyakit jantung (Foto: Pexels dari Pixabay)
Ilustrasi penyakit jantung (Foto: Pexels dari Pixabay)



HALUANRIAU.COKESEHATAN - Masyarakat perkotaan di Indonesia harus berhati-hati.

Pasalnya, penyakit mematikan, jantung koroner, diduga banyak diderita oleh kebanyakan 'orang kota' di Indonesia.

''Jika dilihat dari tempat tinggal, penduduk perkotaan lebih banyak menderita penyakit jantung dengan prevalensi 1,6% dibandingkan penduduk perdesaan yang hanya 1,3%,'' kata Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu seperti dikutip dari portal resmi Kemenkes RI.

Data Riskesdas menunjukkan prevalensi penyakit kardiovaskular seperti hipertensi meningkat dari 25,8% (2013) menjadi 34,1% (2018), stroke 12,1 per mil (2013) menjadi 10,9 per mil (2018), penyakit jantung koroner tetap 1,5% (2013-2018), penyakit gagal ginjal kronis, dari 0,2% (2013) menjadi 0,38% (2018).

Baca Juga: Pemain Serial Squid Game Bakal Jadi Bintang Tamu Tonight Show Pekan Depan

Data Riskesdas 2018 juga melaporkan bahwa prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia mencapai 1,5%, dengan prevalensi tertinggi terdapat di Provinsi Kalimantan Utara 2,2%, DIY 2%, Gorontalo 2%.

Selain ketiga provinsi tersebut, terdapat pula 8 provinsi lainnya dengan prevalensi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan prevalensi nasional. Delapan provinsi tersebut adalah Aceh (1,6%), Sumatera Barat (1,6%), DKI Jakarta (1,9%), Jawa Barat (1,6%), Jawa Tengah (1,6%), Kalimantan Timur (1,9%), Sulawesi Utara (1,8%) dan Sulawesi Tengah (1,9%).

Isman Firdaus, anggota PERKI mengungkapkan tingginya prevalensi jantung koroner di Indonesia disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan pola makan yang tidak seimbang.

Baca Juga: Parkir E-money, Upaya Pekanbaru Wujudkan Smart City Madani

''Gaya hidup, merokok, dan pola makan merupakan kontributor utama terjadinya penyakit jantung koroner (PJK), dilaporkan 50% penderita PJK berpotensi mengalami henti jantung mendadak atau sudden cardiac death,'' terangnya.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Buntut Aksi Jewer, Edy Rahmayadi Bakal Dipolisikan

Rabu, 29 Desember 2021 | 16:42 WIB
X