Studi UII Yogyakarta: Rokok Makin Laku Saat Pandemi, Warga Miskin Korbankan Kebutuhan Lain

- Kamis, 23 September 2021 | 10:32 WIB
Ilustrasi (Foto:  Julia Engel on Unsplash)
Ilustrasi (Foto: Julia Engel on Unsplash)

HALUANRIAU.CO, YOGYAKARTA - Konsumsi rokok di Indonesia sangat tinggi, sejumlah peneliti dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Masduki, mengatakan hal itu karena harga rokok di Indonesia terlalu murah.

Menurut Masduki, belum adanya regulasi yang mendukung menyebabkan rokok bisa dibeli oleh semua kalangan, utamanya yang memiliki penghasilan menengah ke bawah. 

Bahkan dimasa pandemi seperti ini konsumen rokok justru bertambah.

Pengajar dan Peneliti Kebijakan Media di Program Studi Ilmu Komunikasi UII ini, juga menukil hasil survei Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) kepada keluarga miskin di lima kota.

Hasilnya menyebutkan, 73,2% perokok miskin mempertahankan pengeluarannya untuk membeli rokok dengan mengurangi kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Masa Peralihan Musim, BMKG: Seminggu ke Depan Riau Akan Diguyur Hujan

Sebagian beralih ke rokok dengan harga lebih murah karena tak berdaya melawan kecanduannya.

Dinukil dari Blog Ideas, demi membeli rokok, keluarga miskin bisa mengeluarkan  Rp400.000 per bulan. Yang setelah dibandingkan, nilainya 2,5 kali lebih besar dari tagihan listrik mereka.

“Dari riset itu cukup jelas bahwa tubuh para perokok sudah berada di bawah kendali industri dan ketergantungan mereka menjadi komoditas ekonomi. Dari sudut pengetahuan dan kebijakan, Indeks 2020 mengkonfirmasi adanya pembentukan opini dan sekaligus manipulasi informasi di seputar konsumsi rokok sebagai suatu kegiatan yang normal,” tutur Masduki, dinukil Pikiran-rakyat.com dari artikel miliknya, yang terbit di The Conversation Indonesia.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Klarifikasi Kim Seon Ho Tentang Isu yang Menerpanya

Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:29 WIB
X