Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik, Menteri Investasi: Prioritas Lapangan Kerja untuk WNI

- Rabu, 15 September 2021 | 15:25 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia  |  Sumber: kominfo.go.id
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia | Sumber: kominfo.go.id

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Investasi Korea Selatan dalam bentuk pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru.

Lalu siapa yang akan bekerja di dalamnya?

Menjawab pertanyaan publik, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memastikan lapangan pekerjaan akan diprioritaskan untuk tenaga kerja dalam negeri.

"Di dalam MoU kita tekankan kepada mereka lapangan pekerjaan harus seluas-luasnya untuk lapangan pekerjaan dalam negeri, tidak untuk luar negeri," ujar Bahlil dalam acara groundbreaking, Rabu (15/9).

Baca Juga: Resmi Dirilis, Hanya Dengan Rp 10 Juta Bisa Miliki iPhone 13 Mini

Bahlil menjelaskan tenaga kerja asing nantinya hanya untuk posisi tertentu saja. Mayoritas pekerja pada pabrik tersebut adalah tenaga kerja dalam negeri.

"Luar negeri boleh selama dia memenuhi spesifikasi khusus dan jabatan-jabatan tertentu," kata dia.

Terkait prioritas tenaga kerja ini, kata dia, juga telah disepakati oleh pihak Korea. Sehingga pembangunan pabrik nantinya akan menyerap tenaga kerja dalam negeri.

"Waktu kami bicara dengan Menko-nya di Korea, sepakat bahwa lapangan pekerjaan akan diprioritaskan ke dalam negeri, dan juga kolaborasi antara BUMN, LG grup, kemudian UMKM dan pengusaha nasional yang ada di daerah," tuturnya.

Baca Juga: Hari Ini Indonesia Resmi Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Pertama di ASEAN

Adapun nilai investasi pabrik baterai kendaraan listrik ini mencapai USD 1,1 miliar atau setara dengan Rp 15,95 triliun (kurs dolar Rp 14.500).

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Sita Barang Bukti dari Orang Dekat Pelaku

Selasa, 15 Juni 2021 | 20:48 WIB
X