Data Ante Mortem Tidak Lengkap, DVI Mabes Polri Alami Kendala Identifikasi Korban Kebakaran Lapas Tangerang

- Sabtu, 11 September 2021 | 10:38 WIB
Posko di RS Polri terkait kebakaran Lapas Tangerang. (Pikiran Rakyat/Amir Faisol)
Posko di RS Polri terkait kebakaran Lapas Tangerang. (Pikiran Rakyat/Amir Faisol)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Kejadian kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang yang terjadi pada Rabu dini hari, 8 September 2021 masih menjadi perbincangan.

Hal ini karena penyebab kebakaran yang menewaskan puluhan napi itu masih belum diketahui.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap penyebab kebakaran.

Sembari menunggu hasil penyelidikan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri yang masih mengidentifikasi 41 jenazah korban kebakaran.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Benyamin Mendy, akan di Sidang pada 24 Januari 2021

Meskipun tim DVI telah berhasil mengidentifikasi lima orang korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang dan telah mengantongi 44 sampel DNA yang didapat dari pihak keluarga. Namun, pihaknya masih menemukan berbagai kesulitan.

Sespusdokkes Polri Kombes Pol Pramujoko mengatakan bahwa ada sejumlah kendala yang dirasakan tim DVI dalam proses identifikasi jenazah korban.

Ia menyebutkan bahwa kendala yang dihadapi pihaknya salah satunya jika data ante mortem tidak lengkap.

"Untuk pelaksanaannya sebenarnya tidak ada yang sulit dan secara teoritis semua itu bisa teridentifikasi tapi itu hanya teori. Praktisnya tetap ada beberapa kendala yang dihadapi termasuk salah satunya jika data ante mortem tidak lengkap," katanya.

Baca Juga: Kemenkes: Virus Corona Varian MU Belum Masuk Indonesia

Kendala yang ditemukan secara praktis, yaitu jika korban memiliki tato, tetapi pihak keluarga tidak memiliki foto yang khas. Berita ini dikutip dari pikiran-rakyat.com dengan judul Kantongi 44 sampel DNA, DVI Mabes Polri Akui Alami Kendala Identifikasi Korban Kebakaran Lapas Tangerang.

"Contohnya jika korban memiliki tato tapi pihak keluarga tidak punya foto yang khas, itu bisa menjadi kendala," ucapnya.

Selain kendala pada data ante mortem, Sespusdokkes Polri Kombes Pol Pramujoko menjelaskan bahwa tim DVI kerap mengalami kendala identifikasi jika kondisi jenazah tidak utuh.

Namun, ia menyebutkan bahwa seluruh kendala tersebut dapat diatasi dengan kemajuan teknologi, yaitu tes melalui sampel DNA seperti yang terjadi terhadap dua WNA yang menjadi korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Baca Juga: Gubri Terima Penghargaan Top Pembina BUMD, Jonli, PT PIR Ikut Mendapatkan Top BUMD Aneka Industri

"Tapi dengan kemajuan teknologi dari DNA, contohnya untuk dua WNA itu seharusnya pihak keluarga korban tidak datang juga mereka, kan bisa diperiksa di luar negeri dan nanti dikirimkan hasil pemeriksaan DNA tersebut yang kemudian bisa dibandingkan dengan korban disini," katanya.

"Intinya yang menjadi kendala terbesar itu jika pengumpulan data ante mortem dan kondisi jenazah tidak lengkap," katanya yang dkutip Pikiran-Rakyat.com (PR) dari PMJ News, Sabtu, 11 September 2021.***(Mutia Yuantisya/pikiran-rakyat.com)

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Klarifikasi Kim Seon Ho Tentang Isu yang Menerpanya

Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:29 WIB
X